Download E-Paper

Berdamai, No! Lawan, Yes!

Sabtu, 23 Mei 2020 - 06:25

APAKAH anda mau berdamai dengan Corona? O, nanti dulu. Virus ini telah sebegitu banyak membunuh manusia. Lagian apa peduli itu virus untuk berdamai. Karena mereka itu sangat nggak manusiawi. Membunuh orang membabi buta. Bayangkan, bukan saja masyarakat luas jadi sasaran tembak, tapi tenaga medis, dokter dan suster pun jadi korban keganasannya.

Seorang suster di RS di Jawa Timur meninggal karena corona secara tragis. Yang sangat mengundang duka mendalam adalah karena almarhumah sedang mengandung empat bulan. Coba bayangkan, keluarga siapa yang nggak sedih karena kehilangan orang yang sangat dicintai?

Penderitaan dan kesedihan akibat virus tersebut bukan satu dua tapi ribuan. Orang-orang terkasihnya yang terpapar, yang dirawat sedang melawan penyakitnya. Lengah saja sedikit nyawa bisa melayang.   

Namun, bahwa ada yang bilang berdamai. Mungkin itu adalah kata kiasan; ‘damai’ yang artinya bisa jadi; lawan! Jadi jangan main-main. Hidup harus lebih teratur, disiplin. Jaga kesehatan yang seperti dianjurkan pemerintah. PSBB dan segala aturan lain.Yang intinya agar warga masyarakat tidak gegabah keluar rumah dan berkumpul dengan warga lain dengan seenaknya seperti keadaan normal.

Jadi tinggal saja di rumah. Aman. Bisa juga sih kalau untuk sehari dua hari, tapi kalau waktu lama? Padahal manusia kan harus bergerak. Bagi yang tinggal di rumah yang luas  dengan semua fasilitas tersedia, penghasilannya bisa disetir dari rumah, oke oke saja. Tapi, bagaimana ya buat yang tinggal di rumah kontrakan sempit, pengap, apalagi nggak punya duit karena nggak kerja?

O, jangan kuwatir ada bansos. Tapi untuk berapa lama bisa hidup dari bantuan dan belas kasihan? (massoes)

Latest Comments

  • {{comment.name}} {{comment.created_at}}

    {{ comment.comment }}

Belum ada komentar.

Rekomendasi



-->