Download E-Paper

FIFPro Tuding PSSI Gagal Bikin Pemain Sejahtera Selama Pandemi Corona

Jumat, 22 Mei 2020 - 01:25
PSSI. (ist)

JAKARTA - Organisasi Pesepakbola Bola Profesional Dunia (FIFPro) menuding Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) telah gagal mengimplementasikan arahan dari AFC dan FIFA dalam mensejahterakan pemain selama pandemi Covid-19. Para pemain justru sedang menghadapi kesulitan serius dengan beberapa harus bertahan hidup menggunakan sebagian kecil dari gaji minimum.

Lewat laman resmi mereka, FIFPro membeberkan data bahwa tidak ada klub yang membayarkan gaji lebih dari 25 persen kepada pemain mereka, dan dua klub hanya membayarkan 10 persen gaji, terhitung sejak April. Mereka prihatin terhadap para pemain di kompetisi level kedua, yang beberapa mendapatkan gaji rendah kurang dari 200 dollar AS (setara Rp2,9 juta), sebelum ada pemotongan, sehingga mendapat gaji sangat rendah setelah adanya potongan.

"PSSI telah gagal mengimplementasikan arahan dari AFC mau pun FIFA agar federasi mau mencari solusi bersama klub soal krisis pandemi ini, yang melibatkan APPI sebagai paguyuban pesepakbola profesional di Indonesia. PSSI justru mengambil keputusan soal pemangkasan gaji, dua pekan setelah menetapkan status kahar kompetisi pada 16 Maret, tanpa sedikit pun memberi ruang konsultasi kepada para pemain," bunyi pernyataan resmi FIFPro, Kamis (21/5/2020).

Padahal, menurut Direktur Legal FIFPro, Roy Vermeer, sudah ada pesan yang jelas dari FIFA dan AFC bagi PSSI untuk bekerja sama dengan klub dan pemain untuk menghadapi tantangan yang diciptakan oleh pandemi Covid-19. "Selama krisis ini kami telah melihat banyak keputusan dari asosiasi sepak bola yang tidak sebagaimana mestinya, Mereka membuat resolusi yang sangat mengabaikan hak dasar pekerja," ungkap Vermeer.

"PSSI melakukan intervensi dalam hubungan kerja tanpa inisiatif untuk mengundang pemain ke meja yang sama. Dengan fakta bahwa kebijakan ini masih berlaku sejak Maret, adalah bukti kalau PSSI tak peduli dengan standar internasional bahkan dengan standar kesejahteraan di Indonesia sendiri," lanjutnya.

Diketahui, PSSI memang menetapkan keadaan kahar sejak Maret hingga Juni mendatang, dan pada periode itu klub hanya dibebani kewajiban membayar gaji bulanan pemain maksimal 25 persen. FIFPro menyatakan mereka cukup frustrasi, dan khawatir bahwa pemain benar-benar dalam posisi rentan di situasi seperti ini. Sayangnya, isu ini sudah tidak menjadi masalah bagi banyak pemain, dan seakan berlalu. (junius/ys)

Latest Comments

  • {{comment.name}} {{comment.created_at}}

    {{ comment.comment }}

Belum ada komentar.

Rekomendasi



-->