Download E-Paper

Pemuda Panca Marga Meluncurkan Koperasi Digital Solusi Indonesia (KOPI)

Kamis, 21 Mei 2020 - 14:52
Ketua Pimpinan Pusat Pemuda Panca Marga, Syamsudin Siregar, SH beserta pengurus seusai meluncurkan Koperasi Digital Solusi Indonesia (KOPI)

JAKARTA – Untuk meminimalisir penularan COVID-19, penggunaan uang digital di tengah masyarakat harus terus didorong. Sebab uang dalam bentuk fisik dapat menjadi media penularan virus yang cukup efektif.

Karena itu, dengan menggandeng perusahaan internasional, Pemuda Panca Marga meluncurkan Koperasi Digital Solusi Indonesia (KOPI), dan Ketring Moluccas. Kegiatan yang digelar di Menara Imperium, Jalan Rasuna Said, Jakarta Selatan tersebut dihadiri oleh Badan Pengurus Harian dan Ketua-Ketua Cabang diantaranya Chamsiar AR, Sekretaris Pemuda Panca Marga Jabodetabek Abdillah Karyadi serta pengusaha tambang dan pertanian Dr Sutandi.

“Kita berupaya berperan aktif untuk mendukung kebijakan pemerintah dalam memutus mata rantai penularan COVID-19,” kata Pimpinan Pusat Pemuda Panca Marga, Syamsudin Siregar, SH.

Diakui ide peluncuran KOPI dilatar belakangi oleh Pandemi COVID-19 yang melanda semua negara termasuk Indonesia. COVID-19 menjadi jenis penyakit yang memiliki daya tular yang sangat tinggi. Sebab dalam waktu sekitar 5 bulan, jutaan warga dunia telah tertular penyakit yang disebabkan oleh virus corona generasi baru tersebut.

“Wabah COVID-19 tidak bisa kita abaikan. Penyakit ini menular dan menyebar amat cepat,” lanjut Syamsudin.

Selain melalui droplet, virus corona jelas Syamsudin dapat menular melalui media-media seperti uang saat kita melakukan proses transaksi. Itu sebabnya, Pemuda Panca Marga menginisiasi penggunaan alat pembayaran digital secara massif di tengah masyarakat guna meminimalisir penularan COVID-19.

Pemuda Panca Marga dalam rencana kerjanya melalui KOPI diakui Syamsudin tak sekadar mengkampanyekan penggunaan uang digital. Lebih dari itu, Pemuda Panca Marga juga akan memberikan solusi terkait keamanan pangan di masa Pandemi COVID-19 bahkan hingga selesai.

“Kami menyediakan konsultasi dan pelatihan bagi warga yang ingin berkiprah dalam dunia pertanian, baik sebagai petani kota, petani di pedesaan, distributor produk pertanian, perusahaan pengolah produk pertanian dan lainnya,” tambah Syamsudin.

Dengan anggota mencapai lebih dari 5 juta orang dan tersebar hingga pelosok Nusantara, Pemuda Panca Marga memiliki peluang besar untuk mendampingi para petani dalam menjalankan profesinya lebih modern.

Bagi Syamsudin, menyentuh persoalan keamanan pangan menjadi hal strategis yang perlu dilakukan saat ini dan saat yang akan datang. Karena Pandemi COVID-19 yang melanda dunia membuat arus ekspor impor produk termasuk bahan pangan menjadi terhambat. Situasi tersebut menjadi rawan ketika pangan dalam negeri tidak mampu mencukupi kebutuhan bagi seluruh rakyat Indonesia.

“Itu mengapa kita harus berpikir tentang keamanan pangan masa depan. Mari kita lakukan sekarang agar usai Pandemi COVID-19, tidak terjadi kelangkaan pangan nasional,” tambahnya.

Sementara itu juru bicara Pemuda Panca Marga, Sabena S.IKOM, M IKOM mengapresiasi gebrakan yang dilakukan pengurus Pemuda Panca Marga. Menurutnya ini merupakan terobosan bagus untuk mendukung pemerintah memutus mata rantai penularan COVID-19 di Indonesia.

Menurut Sabena, penggunaan uang dalam bentuk digital memang tidak mungkin dihindari. Dunia telah mengalami banyak perubahan dan uang digital menjadi alat yang sangat praktis untuk mendukung transaksi keuangan. (*/fs)

 

 

Latest Comments

  • {{comment.name}} {{comment.created_at}}

    {{ comment.comment }}

Belum ada komentar.

Rekomendasi



-->