Download E-Paper

Pelatih Louvre Pilih Kembangkan Usaha di Tengah Pandemi

Kamis, 21 Mei 2020 - 23:35
Pelatih Louvre Surabaya, Andika Supriadi Saputra memberikan instruksi kepada pemainnya. (ist)

JAKARTA - Dihentikannya kompetisi IBL Pertamax 2020 di tengah pandemi virus Corona alias Covid-19, turut dimanfaatkan pelatih Louvre Surabaya, Andika Supriadi Saputra untuk merintis bisnis. Pria yang akrab disapa Bedu itu mencoba mengembangkan usaha pengadaan Sembilan Bahan Pokok (Sembako) dan makanan.

Kedua bisnis tersebut dikembangkan Bedu dengan mengandalkan jasa antar. Ia bahkan berencana untuk meneruskan bisnis tersebut, meski kompetisi IBL akan kembali nantinya berlanjut. "Mulainya coba bisnis di masa pandemi ini, tetapi ke depannya akan diteruskan. Karena sebetulnya saya punya waktu kosong, jualannya pun Sembako dan risol,” kata Bedu dalam laman resmi IBL Indonesia, Kamis (21/5/2020).

Selain Bedu, pemain Amartha HangTuah, Kelly Purwanto, turut menjalani bisnis di masa pandemi. Kelly memilih berjualan pempek. Setelah pandemi berakhir dan kegiatan klub kembali normal, Bedu juga memastikan bahwa dirinya akan tetap profesional. Pekerjaan sebagai pelatih tetap menjadi prioritas utamanya. “Bisa, melatih itu tanggung jawab saya, baru setelah itu bisnis,” tegasnya.

Diketahui, IBL 2020 masih mengandalkan kekuatan finansial pemilik klub. Ketika bisnis pemilik klub terdampak wabah Covid-19, maka tim juga ikut terpengaruh juga. Bisnis perhotelan yang lesu membuat pemilik Louvre, Erick Herlangga memberikan opsi penyesuaian gaji. Hal itulah yang membuat Bedu memanfaatkan situasi pandemi saat ini untuk mengembangkan usaha barunya. (junius/ys)

Latest Comments

  • {{comment.name}} {{comment.created_at}}

    {{ comment.comment }}

Belum ada komentar.

Rekomendasi



-->