Download E-Paper

Guru "Kencingi" Teman Guru Sampai Mengandung 8 Bulan

Rabu, 20 Mei 2020 - 07:20

GURU kencing berdiri murid kencing berlari, begitu bunyi pepatah lama. Tapi oleh Pak Guru Asrun (34), direvisi menjadi: guru “kencingi” teman mengajarnya, hasilnya Weni (30) hamil 8 bulan. Karena Weni juga punya suami sendiri, akhirnya jadi masalah hukum, karena suami Weni tak mau ada “modal asing” dalam rumah tangganya.

Modal asing banyak ditunggu masuknya di Indonesia, karena itu bisa mempercepat pertumbuhan ekonomi, sukur-sukur sampai 7%. Tapi karena Perda-Perda sering berlawanan dengan Perpres, investor asing jadi susah masuk. Maka UU Omnibus Law jadi obatnya, tak peduli Pemda-Pemda pada keberatan.

Bukan bupati, bukan gubernur, Warif (36), keberatan modal asing masuk dalam rumah tangganya. Istrinya yang selama ini susah hamil, tiba-tiba dihamili oleh Asrun, teman guru Weni istrinya. Kalau kambing atau sapi hamil oleh pejantan lain senang-senang saja, bahkan bayar juga mau. Tapi ini orang yang punya martabat dan harga diri.

Istri Warif menjadi guru SD di wilayah Barebo Kabupaten Bone, Sulsel. Rekan tenaga pengajarnya, Asrun, diam-diam naksir Weni yang cantik itu. Dia tahu bahwa Bu Guru sudah lama menikah, tapi belum punya momongan juga. “Kalau mau, aku juga bisa bikin dia hamil dengan sistem 50 jam.” Kata batin Warir jumawa sekali.

Mulailah dia mendekati Bu Guru. Karena sesama rekan mengajar, aksesnya tentu lebih mudah. Dan ternyata Weni juga memberi lampu hijau, karena di rumah juga gitu-gitu saja, hidup monoton tanpa anak. Warif suaminya di rumah hanya ngomong doang. Dia suka bicara soal penegakan hukum, sedang burung sendiri nggak bisa tegak. Buktinya, 5 tahun berumah tangga hasilnya nihil.

Weni-Asrun diam-diam berpacaran dengan segala aktivitasnya. Lama-lama istri Asrun tahu dan lapor ke BKD. Oleh pihak BKD Asrun ditugaskan mengajar di kecamatan lain yang jauh. Maksudnya tentu saja, agar Asrun–Weni tak berhubungan lagi dan kembali pada keluarga masing-masing.

Zaman now yang serba canggih, mana bisa dipisahkan dengan cara-cara konvensional. Toh keduanya bisa main WA, bisa video call. Maka keduanya terus bertemu dan guru Asrun yang biasanya kencing berdiri sebagaimana kata pepatah, sekarang berani “mengencingi” Weni secara berkesinambungan tanpa harus bayar Rp2.000,-.

Tahu-tahu Weni hamil. Yang kali pertama kaget tentu saja suami Weni, kok sekarang bisa hamil, lalu investor dari mana yang masuk. Tanya ke Bahlil Lahada Kepala BKPM jelas tidak mungkin, maka yang didonder kemudian istri sendiri. Weni mengaku dapat jamu “godong lingga” dari teman sesama guru, Pak Asrun.

Kurang ajar, bini orang dihamili tanpa izin dan rekomendasi. Kalau sapi atau kambing, dihamili pejantan lain yang punya malah berterima kasih. Tapi ini orang yang punya harga diri dan martabak. Maka Warif segera lapor ke polisi, kini Asrun dan Weni jadi tersangka dengan pasal perzinaan.

Wah, bisa mbrojoli di tahanan tuh. (ksc/gunarso ts)

Latest Comments

  • {{comment.name}} {{comment.created_at}}

    {{ comment.comment }}

Belum ada komentar.

Rekomendasi



-->