Download E-Paper

Penjahat Nggak Mikir Dosa, Bung!

Selasa, 19 Mei 2020 - 10:30

DI dalam bulan suci, banyak orang yang masih lupa daratan. Nggak berpikir bahwa bulan Ramadan adalah lahan untuk mendulang pahala. Orang berlomba agar dirinya bisa suci luar dalam. Kalau bisa semua dosa-dosa rontok oleh ibadah sebulan penuh. 

Tapi, celakanya masih juga banyak orang yang berbuat kejahatan, mencuri, merampok, menipu, perselingkuhan, kejahatan seksual. Macam-macam alasannya, karena ekonomi. Ya, masuk akal ketika pandemi covid-19 banyak warga miskin jadi tambah miskin. Banyak pekerja di-PHK.“ Jadi. apa harus mati kelaparan?” itu alasannya. Tapi, ya bisa juga memang dasarnya perampok. Penjahat  nggak peduli dosa apa pahala.

Kejahatan dalam kondisi apa pun terus hidup. Nggak pernah mati. Jadi ya nggak peduli, mau bulan suci atawa normal, kejahatan terus dilakukan. Nggak peduli juga ada dosa atau pahala, karena mata hatinya tertutup.

Ada juga yang selingkuh. Mengumbar nafsu birahinya. Nggak sedikit kasus pemaksaan seks, atau perkosaan yang viral. Seperti kasus di Jawa Timur, di mana pelakunya adalah orang berduit. Buktinya dia mau kasih uang damai yang nggak tangung-tanggung. Pokoknya saya bayar 1 miliar untuk damai. “Apalagi apa yang saya lakukan bukan paksaan karena mau sama mau. Setiap berhubungan saya bayar,” katanya.

Celakanya lagi ini tersangka punya makelar oknum anggota DRPD. Dia juga orang yang jadi suruhannya untuk  nyogok. Dia pikir semua orang tergiur dengan uang miliaran yang penuh lumpur?

Ah, dunia memang sudah tua, dunia edan. Dunia apa oknumnya yang edan? (massoes)

 

Latest Comments

  • {{comment.name}} {{comment.created_at}}

    {{ comment.comment }}

Belum ada komentar.

Rekomendasi



-->