Download E-Paper

Hi... Belanjaan Ibu-ibu Berisi Mayat Orok

Selasa, 19 Mei 2020 - 09:00
Ilustrasi.

BOGOR - Teror prank mayat bayi kembali terjadi. Setelah sebelumnya terjadi di Cipayung, Jakarta Timur, kali ini di Dramaga, Kabupaten Bogor. Seorang ibu kaget bukan kepalang ketika pulang belanja kantong plastik bawaannya ternyata berisi mayat bayi.

Peristiwa ini dialami Ny. As (36), di Kampung Situ Uncal, Desa Purwasari, Dramaga, Kabupaten Bogor, Minggu (17/5/2020). Usai belanja di pasar kaget di Desa Purwasari, dia tak menyadari satu dari dua kantong plastik belanjaannya berisi mayat bayi.

Ketika itu sepulang belanja ia membongkar kantong kresek belanjaannya. Ibu tiga anak ini teperanjat kaget mengetahui di salah satu kantong plastik itu berisi orok. “Astagfirullah! Ayah... ada mayat bayi!” jerit As kepada suaminya. Bergegas suami datang dan melihat belanjaan istrinya berisi janin orok perempuan.

Kejadian itu dilaporkan ke ketua RT setempat dan diteruskan ke Polsek Dramaga. Sejumlah polisi berdatangan memeriksa kantong plastik berisi mayat bayi tersebut. Usai diperiksa mayat orok itu dibawa ke RSUD Ciawi. “Mayat bayi itu masih lengkap dengan ari-arinya atau plasenta, dibungkus di kresek hitam di kantong plastik belajaan ibu tersebut,” kata Kanit Reskrim Ipda Ano Junaedi, Senin (18/5/2020).

DIGANTUNGKAN

Mengutip cerita Ny. As, Ipda Ano mengatakan, peristiwa itu terjadi ketika wanita itu belanja di pasar kaget di Desa Purwasari yang digelar setiap akhir pekan. Dia belanja kebutuhan sehari-hari mulai sayuran hingga sembako. Belanjaannya di masukkan ke dua kantong kresek. Usai membeli segala kebutuhan sehar-hari, Ny. As membawa dua kantong plastik lalu digantungkan di cantelan motornya, Honda Beat.

Dia lalu memacu motornya pulang ke rumah. Diduga kuat, mayat bayi itu dimasukkan seseorang ke kantong belanjaan Ny. As di motornya saat dia hendak pulang. “Sebelum memacu motornya, Ny. As sempat membeli garam. Dugaan ini diperkuat cerita Ny. As, selama transaksi pembelian, dia tak pernah menerima benda lain selain barang yang dibelinya,” kata Kanit Reskrim.

MIRIP DI CIPAYUNG

Ipda Ano juga menduga mayat orok itu baru dilahirkan secara prematur. Sebab, bobot bayi itu hanya 1,3 Kg dengan panjang 27 Cm. Selain itu masih menempel plasenta. Hingga kini pihaknya masih menyelidiki kasus yang mirip dengan kejadian dialami wanita premotor di Cipayung, Jaktim.

Baca jugaMayat Bayi yang Dijadikan Bahan ‘Prank’ Diduga Hasil Aborsi 

Perempuan itu pada Jumat (15/5/2020) malam saat menghentikan motor di terowongan Jembatan Ceger diberi kotak sepatu berisi mayat bayi. “Peristiwanya mirip. Sama-sama diberi mayat orok. Bedanya pelaku di Jaktim memberikan kotak bekas sepatu bersi jenazah bayi lelaki, di tempat kami kantong plastik belanjaan ibu-ibu dimasukkan mayat bayi perempuan,” pungkasnya. (iw/ird)

Latest Comments

  • {{comment.name}} {{comment.created_at}}

    {{ comment.comment }}

Belum ada komentar.

Rekomendasi



-->