Download E-Paper

Mudik Virtual = Bijak

Senin, 18 Mei 2020 - 09:45

RAMADHAN sudah memasuki hari ke-25. Beberapa hari lagi umat Islam selesai menjalankan ibadah puasa. Hari kemenangan segera tiba setelah sebulan memerangi hawa nafsu. Lebaran tinggal menghitung hari.

Sudah menjadi tradisi, menjelang Idul Fitri  warga Jakarta berbondong-bondong mudik Lebaran. Mereka merayakan hari kemenangan bersama keluarga, kerabat, dan handai taulan di kampung halaman.

Hanya saja tradisi mudik pada Lebaran tahun ini dipastikan tidak ada. Presiden Jokowi mengajak warga tidak mudik Lebaran di saat pendemi virus corona (Covid-19). Bila Idul Fitri nekat mudik sama hal tidak sayang dengan keluarga, kerabat, dan handai tauan yang ada di kampung halaman.

Sikap lebih tegas diutarakan Gubernur Anies Baswedan. Bukan cuma pulang kampung antar provinsi saja, mudik lokal alias pulang lintas daerah penyangga pun seperti Jakarta ke Bodetabek juga dilarang.

Selama masa pembatasan sosial berskala besar (PSBB) terkait pandemi Covid-19 yang diperbolehkan hanyalah mudik virtual.  Seluruh warga Jakarta untuk tetap berada di rumah dan tidak bepergian, termasuk pada Lebaran.

Tak tanggung-tanggung Pemprov DKI Jakarta telah mengeluarkan Pergub Nomor 47 Tahun 2020. Pergub ini mengatur mekanisme perizinan bagi penduduk Jakarta saat keluar dari kawasan Jabodetabek dan penduduk dari luar Jabodetabek saat masuk ke Jakarta melalui Surat Izin Keluar-Masuk (SIKM) wilayah Jakarta.

Sikap tegas Anies bisa dipahami karena warga Jakarta yang menjadi kegananasan virus corona masih tinggi. Hingga 17 Mei 2020, tercatat 5.795 kasus positif Covid-19 atau bertambah 116 kasus dibandingkan pada hari kemarin.

Sesuai dengan data Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19   Provinsi DKI Jakarta,  tercatat 475 pasien corona meninggal dan yang sembuh sebanyak 1,292 orang.

Melihat fakta ini seyogyanya warga mematuhi larangan maupun  imbauan tak mudik Lebaran, baik pulang kampung antar provinsi atau berkunjung ke keluarga, kerabat dan handai taulan yang ada di Jabodetabek.

Tak dipungkiri,  memang kurang afdol bila Lebaran tak saling berkunjung ke keluarga, kerabat dan handai taulan. Namun, di saat pandemi Covid-19 semua pihak dituntut dewasa. Ucap dan sampaikan  hari kemenangan melalui gadget saja.

Dengan silaturahmi melalui gadget dan kita ‘mudik virtual’ setidaknya bisa mengerem petualangan virus corona. Mudik virtual di saat pandemi Covid-19 adalah sikap yang bijak. Sayang keluarga, kerabat serta handai tauladan.**

Latest Comments

  • {{comment.name}} {{comment.created_at}}

    {{ comment.comment }}

Belum ada komentar.

Rekomendasi



-->