Download E-Paper

Menyekat Pemudik

Jumat, 15 Mei 2020 - 07:45
Ratusan kendaraan bus dan travel gelap diamankan Ditlantas Polda Metro Jaya dalan operasi khusus larangan mudik Operasi Ketupat 2020. (ilham/ist)

MESKI larangan mudik tetap diberlakukan, sejumlah pengamat memprediksi arus mudik akan tetap  mengalir pada H- 4 Lebaran.

Mengapa? Karena pada hari itu, Kamis, 21 Mei bertepatan dengan  hari libur nasional Kenaikan Isa Almasih. Juga jelang akhir pekan sebelum masuk cuti bersama Lebaran.

Lazimnya, para pemudik memilih lebih awal untuk pulang kampung, begitu ada kesempatan hari kejepit nasional.

Cukup beralasan jika jajaran Polda Metro Jaya makin menggiatkan penjagaan di sejumlah titik keluar Jabodetabek menuju jalur Pantura, jalur tengah dan jalur selatan.

Tak kalah pentingnya menutup jalur tikus yang boleh jadi digunakan calon pemudik menuju daerahnya. Sedikitnya 18 pos penyekatan telah disiapkan untuk mencegah pemudik, belum lagi pos-pos lain.

Itu semua dilakukan untuk menegakkan aturan larangan mudik yang masih berlaku.

Kita berharap warga masyarakat mematuhi larangan mudik. Sejumlah imbauan dan ajakan untuk tidak mudik, baik lewat lagu, poster dan spanduk bertebaran.

Imbauan itu bukannya tanpa alasan. Pulang kampung sejatinya hak asasi setiap manusia, begitu pun mudik Lebaran. Tetapi perlu diingat, kali ini situasi tentu berbeda. Pandemi Covid -19 yang masih melanda negeri kita patut kiranya menjadi pertimbangan utama.

Haruskah tetap mudik, jika pada akhirnya membawa atau pun menimbulkan penyakit. Haruskah pulang kampung, jika kemudian membuat keluarga kita  limbung karena tersandung Corona.

Kita mengapresiasi petugas yang akan memperketat penjagaan di pintu keluar Jabodetabek. Begitu pun seandainya terdapat penambahan personel yang ditempatkan pada titik penyekatan.

Tindakan tegas perlu dilakukan kepada mereka yang melanggar aturan. Meski begitu, dalam pelaksanaan di lapangan hendaknya mengedepankan upaya preventif ketimbang represif. Mengutamakan simpati dan empati, ketimbang penonjolan reaksi dan arogansi.

Sebab, apa pun mereka adalah saudara-saudara kita yang kadang nekad karena ingin bersilaturahmi.

Mungkin malalui komunikasi yang penuh empati akan lebih menyadarkan diri untuk menunda mudik Lebaran. Semoga. (*).

Latest Comments

  • {{comment.name}} {{comment.created_at}}

    {{ comment.comment }}

Belum ada komentar.

REKOMENDASI



IKLAN BARIS

-->