Download E-Paper

Kasus Laporan Palsu, Pedagang Sayur Tebas Jari Sendiri Ngaku Dibegal

Jumat, 15 Mei 2020 - 22:26
Pedagang sayur dirawat di rumah sakit.

MEDAN - Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Sumatera Utara (Sumut) mengungkap kasus laporan palsu menjadi korban perampokan, di Jl AR Hakim Medan, Sumut, pada Jumat (1/5/2020). Pelaku, P Erdina br Sihombing, 54 yang tadinya menjadi korban, kini ditetapkan sebagai tersangka.

Pasalnya, wanita pedagang sayur ini mengaku di rampok hingga jari tangannya putus ternyata sengaja membacok 4 jari tangan kirinya. Hal tersebut dilakukannya lantaran terlilit hutang Rp 71 juta plus bunga pinjaman yang tidak sanggup dibayarnya.

Dir Reskrimum Polda Sumut Kombes Irwan Anwar mengatakan, tersangka kesulitan membayar bunga pinjaman uang tersebut tiap bulannya. "Sehingga ia gelap mata dan stres. Sementara penghasilan jualan sayur mayur tidak mencukupi untuk membayar hutang hutangnya," kata Irwan, Jumat (15/5/2020).

Dikatakan, terungkapnya laporan palsu tersebut dari hasil olah TKP dan rekaman CCTV termasuk saksi-saksi, salah satunya saksi yang mencari beca yang di naiki Erdina. Kemudian dari hasil interogasi akhirnya mengakui bahwa ia bukanlah korban begal.

"Akan tetapi dirinya sendirilah yang memotong 4 jari tangan sebelah kirinya pakai parang yang di bawanya dari rumahnya di Jl AR Hakim Gang Senggol (Gang yg sempit ), sekitar 100 Meter dari rumahnya," ucap Irwan.

Kasus tersebut sempat viral di sosial media (sosmed). Dalam laporannya di Poltabes Medan, pedagang sayur mengaku korban begal di Jalan AR Hakim, tepatnya persimpangan Jalan Wahidin, Kelurahan Bantan, Kecamatan Medan Tembung pada Jumat (1/5/2020) sekira pukul 05.00 WIB.

Jari tangannya ditebas, lantaran berusaha mempertahankan tasnya. Selain itu, ia juga kehilangan uang Rp4 juta berikut handphone. Pengakuannya, saat itu dibegal dua pria berboncengan sepeda motor ketika keluar rumah menggunakan becak motor menuju Pasar MMTC Jalan Pancing, Medan. (ilham/fs)

 

Latest Comments

  • {{comment.name}} {{comment.created_at}}

    {{ comment.comment }}

Belum ada komentar.

REKOMENDASI



IKLAN BARIS

-->