Download E-Paper

Musim PSBB Masih Kelayapan Akhirnya Diserahkan ke PIL

Selasa, 12 Mei 2020 - 07:20

BIAR nyaho, tuh si Riska, 30. Di musim PSBB di mana-mana, kok bisa-bisanya dia kelayapan ke mana-mana. 

Ternyata Riska mau ketemuan dengan PIL-nya, Markoto, 30. Saking jengkelnya suami, Markoto dipaksa menikahi Riska sekalian. 

Untung saja sononya mau, sehingga mereka teken perjanjian untuk “balik nama”.

Pelanggaran PSBB terjadi di mana-mana. Itu saat diperketat oleh para petugas PPLM. Apa lagi setelah diperlonggar Menhub dengan alasan relaksasi, diyakini semakin banyak orang yang menabrak aturan itu. 

Tapi pernahkah Anda membayangkan, nekad melanggar PSBB demi bisa ketemu sidoi nan jantung hati?

Salah satu pelakunya adalah Ny. Riska, warga Bangsal, Kediri. Meski di rumah sudah ada anak dan suami, tapi cintanya justru terbagi untuk Markoto yang pelayanannya markotop banget. 

Tapi bukan saja pelayanan, penampilan juga lebih menjanjikan. Ibarat mobil, Markoto ini full AC, power stering dan power window. Sedangkan Jarwo, 35, suaminya asal ngegelinding saja dan bannya gundul lagi.

Tapi karena Jarwo sudah jadi suami dan ada anak lagi, mestinya tak boleh begitu. Apapun wujudnya dinikmati saja, yang penting setia pada istri, pada negara dan UUD 1945. 

Dan yang lebih penting lagi, jelek-jelek begitu Jarwo kan lelaki tanggungjawab pada keluarga. Gajinya selalu diberikan utuh pada istri, tidak pernah tercabik-cabik oleh potongan ini itu. 

Itu kan indikasi bahwa Jarwo ini lelaki jujur dan sederhana, tidak pernah macem-macem.

Tapi Riska ini lain, dia ingin suami yang tampan dan kekinian. Dan ini semua ada pada Markoto. Kebetulan lelaki ini memberi angin, sehingga hampir setiap minggu Riska tanpa malu-malu mendatangi kos-kosan sang PIL dalam rangka jemput bola-nya Markoto itu sendiri. 

Riska tak peduli dikatakan sebagai perempuan gatel, kok datangi cowok segala. “Gatel ya biarin, kenapa situ yang repot, disuruh nggaruk juga nggak,” begitu jawab Riska selalu.

Seperti yang terjadi beberapa hari lalu,  Jarwo dipamiti istri dengan alasan mau ke rumah teman. Suami yang sudah punya catatan khusus tentang istrinya, mengiyakan saja. 

Tapi diam-diam membuntuti, ke mana saja langkah istrinya. Kok bisa-bisanya itu lho, di musim Corona kok mrana-mrana (kemana-mana). Apa lagi nggak pakai masker, pasti untuk tujuan nggak benerlah.

Benar saja, istrinya ternyata masuk ke rumah kos yang ditinggali Markoto. Belum sampai berbuat memang, tapi perempuan masuk ke kamar lelaki bukan muhrim pastilah ada indikasi tertentu. 

Maka dia pangggil Pak RT, dan Markoto dipaksa menikahi  Riska. “Begitu saya ceraikan, kamu harus tanggungjawab menikahi. Kalau nggak, awas…..” ancam Jarwo.

Ketimbang jadi urusan polisi, Markoto terpaksa mau menyanggupi. Tapi seumur-umur dia tak pernah membayangkan akan jadi suami dengan menikahi janda sudah punya anak pula. Nasib, nasib…..

Nggak papa, jadi “generasi penerus” kan bagus.” (BJ/Gunarso TS)

Latest Comments

  • {{comment.name}} {{comment.created_at}}

    {{ comment.comment }}

Belum ada komentar.

Rekomendasi



-->