Download E-Paper

Bukan PKS, Gerindra yang Duduk di Kursi Wagub DKI

Senin, 06 April 2020 - 17:16
Ahmad Riza Patria. (dok/yendhi)

JAKARTA  -  Usaha PKS dalam menagih janji Gerindra yang telah menyerahkan kursi Wakil Gubernur (Wagub) DKI Jakarta kandas. Meski telah berkoalisi dalam Pilgub DKI 2017 dan Pilpres 2019, namun Gerindra ternyata setengah hati melepas kursi Wagub DKI untuk PKS.

Setelah melalui proses yang panjang, lebih dari satu tahun, akhirnya Gerindra mampu "menaklukkan" PKS dan mengingkari janji sendiri. Politisi Gerindra, Ahmad Riza Patria, berhasil mengalahkan jagoan dari PKS, Nurmansjah Lubis, dan merebut kembali kursi Wagub DKI.

Dari total 106 Anggota DPRD DKI Jakarta hanya 100 orang yang memiliki hak suara dalam Rapat Paripurna Pemilihan Wagub DKI yang digelar hari ini, Senin (6/4/2020). Karena Enam anggota Fraksi PSI terlambat mengisi absensi. Riza mengantongi 81 suara sedangkan Nurmansjah hanya 17 suara, dua suara dianggap tidak sah.

Dalam proses Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019, Sandiaga Uno meninggalkan kursi Wagub DKI yang belum genap satu tahun ia duduki. Sandiaga memutuskan maju sebagai Calon Wakil Presiden mendampingi Prabowo Subianto yang maju sebagai Calon Presiden.

Ketua Umum Gerindra, Prabowo, menyerahkan jatah kursi Wagub DKI kepada PKS. Pasalnya, selain PKS adalah pengusung Anies Baswedan dan Sandiaga Uno dalam Pilgub DKI 2017 bersama Gerindra. PKS juga berkoalasi dengan Gerindra, PAN, Demokrat, dan Partai Berkarya dalam Koalisi Indonesia Adil Makmur pengusung dirinya dan Sandiaga dalam Pilpres 2019.

Agar tidak terjadi perpecahan koalisi, saat itu Sandiaga juga diminta Prabowo keluar sebagai Kader Gerindra. Karena tidak mungkin Capres dan Cawapres sama-sama dari Gerindra. Namun, setelah kalah dalam Pilpres 2019, kini Sandiaga kembali bergabung dengan Gerindra.

PKS kemudian mengajukan dua nama sebagai kandidat Calon Wakil Gubernur (Cawagub) DKI Jakarta yakni Ahmad Syaikhu dan Agung Yulianto. Keduanya telah lolos proses fit and proper test. Nama mereka diajukan ke Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan. Saat itu, anggota DPRD DKI masih periode 2014-2019. .

Namun, nyaris satu tahun proses pemilihan dua kandidat dari PKS ini terus mengalami kendala dan terkesan mandek. Bahkan hingga anggota DPRD DKI Jakarta berganti ke periode 2019-2024 Rapat Paripurna Pemilihan tidak kunjung digelar.

Mendadak DPP Gerindra menyodorkan empat nama kepada PKS sebagai kandidat Wagub DKI pada Januari 2020. Mereka yakni Ahmad Riza Patria, Arnes Lukman, Ferry Juliantono, dan Sekda DKI Saefullah. Gerindra menilai dua jagoan PKS "tidak laku" sehingga menghambat proses pemilihan Wagub DKI.

Meski kecewa, PKS akhirnya legowo dan menerima usulan agar Cawagub DKI berasal dari Gerindra dan PKS. Dari empat nama yang diajukan Gerindra, terpilih Riza Patria dan PKS mengusung kandidat baru yaitu Nurmansjah Lubis. Dengan demikian, dua nama sebelumnya Ahmad Syikhu dan Agung Yulianto dihapus.

Ketika dua kandidat diisi oleh politisi PKS dan politisi Gerindra, proses pemilihan berjalan lancar. Tidak menunggu waktu lama, nama Riza Patria dan Nurmansjah sebagai kandidat Wagub DKI diajukan ke Anies Baswedan menggantikan Ahmad Syaikhu dan Agung Yulianto.

Kurang dari tiga bulan berjalan, proses pembentukan tata tertib (tatib) dan tim panitia pemilihan (panlih) selesai dibentuk oleh DPRD DKI Jakarta. Lantas Fraksi PKS dan Fraksi Gerindra bergantian melakukan safari politik ke semua fraksi di DPRD DKI Jakarta untuk mendapat dukungan dengan membawa jagoannya masing-masing.

Sempat ditunda karena ada wabah pandemi Covid-19 di Jakarta, akhirnya Badan Musyawarah (Bamus) DPRD DKI Jakarta memutuskan Rapat Paripurna Pemilihan Wagub DKI digelar pada Senin (6/4/2020). Sedangkan fit and proper test dan tanya jawab dilakukan terpisah pada Jumat (3/4/2020) sesuai protap Covid-19.

Saat ini, PKS harus legowo dengan hasil akhir yang tidak berpihak kepada mereka. Nurmansjah kandas setelah dikalahkan Riza Patria dalam Rapat Paripurna Pemilihan yang digelar hari ini. Kursi Wagub DKI kini kembali direbut oleh Gerindra.

Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PKS, Abdurrahman Suhaimi, mengaku legowo setelah kursi Wagub DKI Jakarta kembali direbut oleh Gerindra meski harus melewati lika-liku untuk menagih janji.

"Ya kalau ini kemudian prosesnya begini ya kalau bahasa agamanya ya udah takdirnya. Kalau ditingkat sekarang ini kita terima," kata Suhaimi yang memilih tertawa ketika ditanya apakah masih akan berkoalisi dengan Gerindra.

Bahkan, Suhaimi mengucapkan selamat kepada Riza Patria sebagai Wagub DKI terpilih. Ia berharap Riza bekerja secara profesional dalam membantu tugas Gubernur DKI Anies Baswedan menjalankan roda pemerintahan Pemprov DKI Jakarta dalam sisa masa jabatan 2019-2020. (yendhi/yp)

 

Latest Comments

  • {{comment.name}} {{comment.created_at}}

    {{ comment.comment }}

Belum ada komentar.

REKOMENDASI



IKLAN BARIS

-->