Download E-Paper

Bupati Bogor Sesalkan Masih Beroperasinya Commuter Line

Senin, 20 April 2020 - 11:35
Bupati Bogor, Ade Yasin, saat pantau PSBB di Stasoun Bojonggede. (ist)

BOGOR – Masih beroperasinya Kereta Rel Listrik (KRL),  commuterline Jakarta-Bogor-Depok, Bekasi (Jabodebek) oleh Menko Kemaritiman, Luhut Binsar Panjaitan, di sesalkan Bupati Bogor, Ade Yasin. 

Bupati Ade Yasin menyatakan penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dalam menangani penyebaran virus corona (COVID-19) di Jakarta, Bogor, Depok, dan Bekasi akan menjadi sia-sia jika KRL masih beroperasi.

Kebijakan Luhut ini dikritik pemprov DKI dan Jabar. Namun, melalui jabatannya, Menteri Perhubungan ad interim, Luhut Binsar Pandjaitan tetap membuka layanan KRL.

“Sia-sia kita terapkan PSBB. Pasien positif COVID-19 Kabupaten Bogor, karena tertular di KRL. Kebijakan Menteri Luhut ini membuat pelaksanaan PSBB menjadi tidak efektif alias sia-sia belaka,” kata Ade Yasin. 

Berdasarkan catatan Gugus Tugas COVID-19 Kabupaten Bogor, wilayah dengan jumlah warga paling banyak terinfeksi COVID-19 yakni Kecamatan Cibinong dan Bojonggede. Di dua tempat ini yang sudah masuk zona merah ini terdapat stasiun KRL.

“Dari data yang saya terima, rata-rata (penularan) dari penumpang kereta. Kasus positif pertama yang di Bojonggede itu dari kereta,” kata Ade Yasin.

Karena itu, Ade menyayangkan langkah pemerintah pusat yang tetap mengoperasionalkan KRL di tengah penerapan PSBB di wilayah Jabodebek.

“Pemkab Bogor sudah mempersiapkan risiko dan biaya sebelum memutuskan melaksanakan PSBB. Termasuk di antaranya jaring pengaman sosial untuk warga tidak mampu. Jangan sampai apa yang kami siapkan ini menjadi sia-sia,”ungkapnya.

Hasil evaluasi penerapan PSBB, dinilai belum efektif. Hal ini disebabkan karena kewenangan pemerintah daerah untuk melakukan pembatasan yang lebih ketat sangat terbatas akibat terbentur aturan di pusat.

Menurut Ade Yasin, Pemkab Bogor tidak bisa memblokir sebagian jalan untuk menyeleksi siapa saja yang diizinkan keluar masuk ke wilayah Kabupaten Bogor.

“Padahal ini sangat penting guna menekan angka penularan, karena selama ini penerapan PSBB hanya sebatas pembatasan physical distancing dan sosialisasi. Sementara kalau semua bisa masuk apalagi dengan tujuan yang tidak jelas, kemungkinan besar upaya untuk meminimalisir penyebaran COVID-19 akan sia-sia lagi,” ucapnya.

Berdasarkan data, penyebaran COVID-19 di Kabupaten Bogor terus meluas. Ada dua kecamatan lagi yang masuk dalam zona merah, yakni Kecamatan Leuwisadeng dan Gunung Sindur. Di dua wilayah tersebut masing-masing ditemukan satu kasus baru positif corona.

“Secara keseluruhan, ada 16 kecamatan yang masuk zona merah. Cibinong merupakan wilayah dengan pasien COVID-19 terbanyak, yakni 12 orang. Di susul Kecamatan Gunung Putri 9 orang. Lalu Kecamatan Bojonggede 7 orang, Cileungsi 6 orang, Ciampea 3 orang, Tajur Halang, Kemang, Citeureup dan Babakan Madang masing-masing 2 orang serta Parung Panjang, Ciseeng, Ciomas, Ciawi, Jonggol, Leuwisadeng, dan Gunung Sindur masing-masing 1 orang,” ujar Ade Yasin. (yopi/mb)

Latest Comments

  • {{comment.name}} {{comment.created_at}}

    {{ comment.comment }}

Belum ada komentar.

Rekomendasi



-->