Download E-Paper

Jokowi: Sehari 3.000 WNI kembali dari Malaysia

Selasa, 31 Maret 2020 - 11:26
Presiden Joko Widodo. (ist/setkab)

JAKARTA- Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta jajarannya mengendalikan mobilitas antar negara. Jokowi mengatakan episentrum Covid-19 yang sudah beralih dari Tiongkok ke Amerika Serikat dan Eropa perlu diwaspadai.

"Sebab itu prioritas  saat ini bukan hanya mengendalikan mobilitas orang antar wilayah dalam negeri, arus mudik, tapi juga harus bisa  mengendalikan mobilitas antar negara yang berisiko membawa Covid19," ujarnya dalam rapat terbatas via video conference bersama menteri yang disiarkan melalui Sekretariat Kabinet melalui Youtube, Selasa (31/3/2020). 

Presiden menginstruksikan jajarannya mewaspadai warga negara Indonesia (WNI) yang baru kembali dari Malaysia. Diprediksi hingga jutaan WNI akan kembali ke tanah air. Dia menyebut setiap hari sekitar 3000 WNI asal Malaysia pulang ke Indonesia. 

"Arus kembali WNI dari beberapa negara, terutama dari Malaysia betul-betul perlu kita cermati karena bisa ratusan ribu, bisa jutaan WNI yang akan pulang. Saya terima laporan dalam beberapa hari ini setiap hari kurang lebih ada 3.000 pekerja migran yang kembali dari Malaysia," ungkapnya. 

Jokowi juga mengingatkan untuk mengantisipasi kepulangan kru anak buah kapal (ABK). Diperkirakan terdapat 10 hingga 11 ribu ABK yang akan kembali ke Indonesia. 

"Ini juga perlu disiapkan tahapan screening mereka. Pergeseran episentrum Covid19 ke AS dan eropa, kita juga harus memperkuat kebijakan yang mengatur perlintasan lalu lintas WNA ke Indonesia," katanya. 

"Dan terkait kembalinya WNI dari luar negeri prinsip utama yang kita pegang adalah bagaimana melindungi kesehatan WNI yang kembali dan mayarakat yang berada di tanah air. Karena itu saya tekankan protokol kesehatan harus tetap dilakukan baik di aiport pelabuhan pos lintas batas," imbuhnya.

Lebih lanjut Jokowi memerintahkan untuk menyiapkan rumah sakit darurat di Pulau Galang yang digunakan untuk diisolasi WNI yang baru kembali. Dia menjelaskan WNI yang tak miliki gejala diizinkan melakukan isolasi diri di rumah.  

"Tapi statusnya ODP. jadi setelah sampai di daerah betul-betul kita harus menjalankan protokol isolasi secara mandiri dengan penuh disiplin. Sedangkan untuk  yang memiliki gejala harus dilakukan isolasi di RS yang telah disiapkan, misal di Pulau Galang," tandas Jokowi. (ikbal/tri)
 

Latest Comments

  • {{comment.name}} {{comment.created_at}}

    {{ comment.comment }}

Belum ada komentar.

REKOMENDASI



IKLAN BARIS

-->