Download E-Paper

Bupati Bogor dan Ketua DPRD Tolak Rapid Test di Stadion Pakansari

Senin, 23 Maret 2020 - 14:45
Stadion Pakansari direncanakan jadi tempat dilakukan Rapid Test Covid-19

BOGOR – Permintaan Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil agar stadiun Pakansari Cibinong di gunakan untuk tempat tes missal atau rapid test virus corona di tolak Bupati Bogor dan wakil rakyat di DPRD. 

Penolakan anggota dewan dan Bupati Bogor, Ade Yasin karena hanya mendapatkan alat covid-19 test sebanyak 3.000 buah sementara jumlah penduduk di Kabupaten Bogor mencapai 5,8 juta jiwa.

Ketersediaan alat dengan jumlah penduduk yang tak berimbang, maka Ketua DPRD Kabupaten Bogor, langsung menolak rencana Pemprov Jawa Barat yang akan melakukan tes massal virus corona menggunakan rapid corvid 19 test di Stadion Pakansari, Selasa (24/3/2020) atau Rabu (25/3/2020) ini.

"Kami bukan tidak setuju kalau diadakan tes massal virus corona, namun karena alat rapid covid 19 test terbatas maka lebih baik 3.000 alat tersebut diserahkan ke rumah sakit yang memang sangat membutuhkan alat tersebut," kata Ketua DPRD Kabupaten Bogor Rudy Susmanto kepada wartawan, Senin (23/3/2020).

Menurut Rudy, ketiadaan rapid covid 19 test atau  Viral Transport Medium (VTM) maka puluhan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) kini belum dilakukan test virus corona.

Demikian juga untuk  ratusan orang yang sudah berstatus Orang Dalam Pengawasan (ODP) hingga kini belum juga di test, karena kekurangan alat.

"PDP yang saat ini dirawat di RSUD Cibinong dan RS lainnya juga belum dilakukan test virus corona, karena alatnya tidak ada. Kami sarankan kasih saja 3.000 alat itu ke rumah sakit. Himpun orang massal untuk tes tapi alatnya kurang ya jadi masalah baru lagi. Mohon ini dipertimbangkan oleh Gubernur Jawa Barat Rudwan Kamil," kata Rudy.

Penolakan juga datang dari Bupati Bogor, Ade Yasin. Ia menolak atau berkeberatan apabila Pemprov jawa Barat tetap melakukan test massal Covid-19 di Stadion Pakansari. 

Ade Yasin  saat bertemu Ridwan Kamil di rumah dinas Walikota Bogor di Jalan Pajajaran, Minggu (22/3) sudah menyarankan rapid test covid 19 dilakukan di Rumah Sakit  dan Puskesmas.

"Peserta test yang diutamakan yang  PDP dan ODP sehingga tidak mengumpulkan banyak orang (tidak tersentralisasi). Mari kita sama-sama menjaga kesehatan dengan tidak bepergian yang tidak perlu," pinta Ade Yasin. (yopi/tri)

Latest Comments

  • {{comment.name}} {{comment.created_at}}

    {{ comment.comment }}

Belum ada komentar.

Rekomendasi



-->