JAKARTA, POSKOTA.CO.ID – Para stakeholder dan perusahaan peserta Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BPJAMSOSTEK) agar mendukung semaksimal mungkin upaya pemberdayaan pekerja penyandang disabilitas.
Hal ini disampaikan Direktur Pelayanan BPJS Ketenagakerjaan Krishna Syarif dalam Web Seminar (Webinar) bertajuk “Mewujudkan Pekerja Disabilitas yang Inklusi Dengan Program Kembali Kerja”.
Krishna juga berpesan kepada seluruh masyarakat agar momen webinar peringatan Hari Disabilitas Internasional ini dijadikan sarana untuk lebih berfikiran terbuka terhadap hak para penyandang disabilitas, meningkatkan kesadaran publik, dan pemahaman serta penerimaan terhadap penyandang disabilitas
Baca juga: BPJAMSOSTEK Dukung Transformasi Disabilitas Lewat Program Return To Work
“Mudah-mudahan kegiatan ini bisa menumbuhkan empati dan kepedulian masyarakat, memaksimalkan peran K3 (Kesehatan dan Keselamatan Kerja), serta menciptakan sinergi yang harmonis dengan stakeholder dalam menciptakan ekosistem yang mendukung penyandang disabilitas,” ujar Krishna, dalam keterangan tertulisnya, Kamis (17/12/2020).
Peluncuran Logo JKK RTW
Pada kesempatan webinar kali ini, juga diluncurkan logo JKK RTW sebagai simbol harapan inklusifitas disabilitas di Indonesia.
Direktur Utama BPJAMSOSTEK Agus Susanto yang membuka webinar menegaskan, pemahaman, kesadaran dan empati masyarakat sangat penting untuk semakin ditingkatkan, mengingat para penyandang disabilitas juga memiliki hak dan kewajiban yang setara sebagai Warga Negara Indonesia.
Baca juga: JKK-RTW BPJAMSOSTEK Kembali Diganjar Penghargaan
BPJAMSOSTEK, lanjutnya, berkomitmen untuk terus mendukung upaya pemerintah dalam melakukan transformasi disabilitas, dari yang sebelumnya Charity Based Approach menjadi Human Right Based Approach melalui jaminan sosial, khususnya program JKK RTW (Jaminan Kecelakaan Kerja Return To Work).
Dan sebagai badan hukum public, lanjutnya, BPJAMSOSTEK tengah gencar memberikan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat melalui webinar yang diselenggarakan terutama pada masa-masa awal pandemi.