Sewaktu Kecil Ikut Momong Setelah Mahasiswi Dibopong

Rabu 11 Nov 2020, 07:30 WIB

BILA ada kakek tak tahu diri, Mbah Sudir (60), lah orangnya. Sejak kecil Rini (22), diemong oleh Mbah Sudir tetangganya. Tapi setelah Rini jadi mahasiswi digendong dan dibopong pula dalam kamar hotel. Ketika digerebek Satpol PP, diberi jalan tengah nikah saja, ternyata orangtua Rini mengijinkan. Asyik dong Mbah Sudir.

Dalamnya laut dapat diduga, dalamnya hati siapa tahu; begitu kata pepatah. Dan itu memang betul. Ketika melihat orang dewasa sayang sama anak-anak, itu sudah jamaknya. Tapi jika sekian puluh tahun terjadi skandal antara bocah yang diemong dan kakek yang momong, siapa menduga. Tapi itu bisa terjadi lho, dan ternyata memang betul-betul kejadian.

Adalah Mbah Sudir, warga Serpong Tangerang Selatan. Sekitar 20 tahun lalu dia masih muda dan gagah, sebagai tokoh masyarakat di lingkungannya. Kebetulan dia juga sayang anak, maka bocah Rini anak tetangga, dulu lengket sama Sudir. Dia sering digendong-gendong, lalu dibelikan jajan atau mainan. Rini senangnya bukan main. Sudir memang sahabat anak, meski bukan Kak Seto.

Waktu terus berputar mengikuti dinamika zaman. Sudir yang dulu muda, kini sudah pensiun dari kerja PNS, bahkan dalam status duda karena sang istri meninggal duluan. Tapi dia pantang kawin lagi, karena anak-anak juga tak mengizinkan. “Sudah tua mau ngapain Mbah, sudahlah momong cucu saja.” Kata anak-anak Mbah Sudir yang tak memahami gejolak jiwa orangtuanya.

Sementara itu Rini yang dulu diemong dan digendong Sudir, sudah tumbuh dewasa dan jadi mahasiswi semester 5. Dia tetap bertetangga dengan Sudir yang kini sudah disebut simbah. Maklum, tubuhnya mulai mengeriput, gigi goyah, dan rambut pun mulai meninggalkan dunia hitam, karena Mbah Sudir memang tak mau pakai ilmu hitam alias semiran.

Rini tetap respek dan hormat pada Mbah Sudir yang dulu selalu momong dirinya. Maka dia sering memberi oleh-oleh, jika bukan rokok kretek kegemarannya, juga berupa makanan ringan tapi empuk tapi yang jelas bukan karet spon. Orangtuanya memang selalu mengarahkan, agar hormat pada Mbah Sudir. “Dulu dia itu yang momong kamu.” Kata sang ibu atau ayah.

Ndilalah kersaning Allah, roh Begawan Wisrawa dari jagad perwayangan masuk ke dalam jiwa Mbah Sudir, sementara sukma Dewi Sukesi merasuk ke dalam jiwa  mahasiswi Rini. Gara-gara itu, Mbah Sudir kini jadi resep sekali melihat Rini yang dulu digendong-gendong. Apa  lagi urusan syahwat sudah lama cuti di luar tanggungan negara.

Begitu juga Rini, ketika si kakek ini omongannya mulai suka menjurus dan tangannya suka main colek, dia diam saja. Sebab selain ingat akan masa kecilnya dulu, juga karena sudah kerasukan Dewi Sukesi tersebut. Maka ketiika diajak jalan-jalan dan kemudian masuk hotel, mahasiswi Rini tak bisa menolak. Dan terjadilah segalanya. Teryata Mbah Sudir masih juga rosa-rosa macam Mbah Marijan.

Beberapa hari lalu kembali Mbah Sudir-Rini kencan di sebuah hotel bilangan Tangsel. Tapi sial, ulahnya terkena razia Satpol PP dan dibawa ke kantor Walikota. Kepala Satpol PP terkesan atas kasus Mbah Sudir-Rini, bagaimana mungkin mahasiswa cantik kok mau dikencani kakek-kakek. “Apakah si mahasiswa ini dari Fakultas Sastra dan Budaya jurusan purbakala?” begitu pikirnya dalam hati.

Rupanya Rini sudah kesengsem berat pada si kakek yang katanya terlalu baik padanya, bahkan semenjak kecil. Maka ketika orangtuanya menjemput Satpol PP pun menyarankan kawinkan saja mereka. Ternyata orangtua Rini tak keberatan. Maka persiapan nikah keduanya pun mulai dihelat. Apalagi prokes Covid-19 mulai diperlunak.

Mbah Sudir-Rini babas nggak pakai jaga jarak lagi dong. (TN/Gunarso TS)


News Update