Jadikan Pengikutnya Budak Seks, Pemimpin Sekte Cabul Divonis 120 Tahun Penjara
Rabu, 28 Oktober 2020 10:53 WIB
Share
Ilustrasi

AMERIKA – Jadikan sejumlah pengikutnya sebagai budak seks, pemimpin sekte cabul  divonis 120 tahun penjara oleh  Hakim Distrik AS Nicholas Garaufis di Pengadilan Federal Brooklyn pada Selasa (27/10/2020)

Dalam persidangan, pemimpin sekte NXIVM Keith Raniere, disebut Hakim Nicholas Garaufis sebagai orang kejam dan pantang menyerah dalam melakukan kejahatan yang dinilainya ‘sangat mengerikan’, bahkan dia mencap para budak seksnya yang kebanyakan gadis muda dengan inisial namanya.

Nicholar  menjatuhkan hukuman yang luar biasa tinggi setelah mendengar pernyataan sedih dari para korban konspirasi perdagangan seks yang mengakibatkan Raniere dihukum tahun lalu, bersama dengan pernyataan terdakwa sendiri yang tidak menyesali perbuatannya.

“Saya yakin saya tidak bersalah atas tuduhan itu. ... Memang benar saya tidak menyesali kejahatan yang saya tidak percaya saya lakukan sama sekali,” kata Raniere, seperti dikutip dari Associated Press, Rabu (28/10/2020).

Jaksa menuntut hukuman penjara seumur hidup, sementara pengacara pembela mengatakan dia harus menghadapi hukuman penjara 15 tahun.

Hukuman itu memuncak dalam beberapa tahun setelah terungkapnya program Raniere, NXIVM, yang mengenakan biaya ribuan dolar untuk kursus perbaikan diri khusus undangan di kantor pusatnya dekat Albany, New York, bersama dengan cabangnya di Meksiko dan Kanada.

Penganutnya termasuk jutawan dan aktor Hollywood yang bersedia menanggung penghinaan dan berjanji menaati terdakwa sebagai bagian dari ajarannya.

NXIVM telah menjadi subjek dari dua serial dokumenter TV tahun ini, “The Vow” dari HBO, dan serial Starz “Seduced: Inside the NXIVM Cult.”

Jaksa penuntut mengatakan Raniere (60), memimpin apa yang dianggap sebagai tindakan kriminal, menimbulkan rasa malu dan bersalah untuk memengaruhi dan mengendalikan rekan konspirator yang membantu merekrut dan merawat pasangan seksual untuk Raniere.

Dia dihukum atas tuduhan termasuk pemerasan, penyelundupan orang asing, perdagangan seks, pemerasan, dan menghalangi keadilan.

Halaman
1 2
Berita Terkait
Berita Terkini
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
Berita Terpopuler