Download E-Paper

Ada PSBB, Angka Kecelakaan di Jakarta Timur Turun 12 Persen

Kamis, 22 Oktober 2020 - 23:22
Ilustrasi taksi ringsek ditabrak truk. (ifand)

JAKARTA - Penerapan Pembatasan sosial berskala besar (PSBB) diberlakukan Pemprov DKI sejak April 2020 lalu ternyata berdampak positif. Pasalnya, angka kecelakaan di Jakarta Timur turun 12 persen karena berkurangnya warga beraktivitas.

Kanit Laka Satlantas Polrestro Jakarta Timur, AKP Teguh Achrianto mengatakan, diberlakukannya PSBB dan meminta masyarakat diam di rumah ternyata menurunkan jumlah kecelakaan. Angka itu turun 12 persen dari tahun 2019 lalu yang jumlahnya cukup tinggi.

"Pada tahun dari Januari-September tercatat 1.257 kasus kecelakaan. Dan pada waktu yang sama, hingga saat ini, hanya tercatat 1.104 kasus," katanya, Kamis (22/10/2020).

Baca juga: Tabrak Trotoar dan Tiang di Casablanca, Sopir Truk Terjepit Kemudi

Meski terjadi penurunan, sambung Teguh, namun angka kecelakaan di Jakarta Timur masih yang tertinggi di wilayah Polda Metro Jaya. Terlebih, di wilayah ini juga merupakan jalur perlintasan yang biasa dilalui pengendara dari Depok dan Bekasi. "Kami berharap warga semakin berhati-hati dalam berkendara untuk menghindari kecelakaan," ujarnya.

Teguh membahkan, selama dua tahun terakhir jumlah kasus kecelakaan di Jakarta Timur berada di urutan satu. Tingginya hal itu disebabkan dari kepadatan penduduk yang mencapai lebih dari 3 juta jiwa dan luas 188,03 kilometer persegi atau mengacu data BPS 28,39 persen dari total luas DKI Jakarta.

"Karena faktor kepadatan penduduk tentu mempengaruhi, apalagi juga memiliki wilajah yang luas," pungkasnya. (ifand/ys)

Latest Comments

  • {{comment.name}} {{comment.created_at}}

    {{ comment.comment }}

Belum ada komentar.

REKOMENDASI



IKLAN BARIS

-->