Download E-Paper

BNPB Minta Pemda Tidak Membuka Lahan Dengan Cara Membakar

Rabu, 21 Oktober 2020 - 12:59
Kegiatan Mitigasi Partisipatif Karhutla di Kabupaten Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim), Jambi. (ist)

JAKARTA - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melakukan edukasi kepada Pemerintah Daerah (Pemda) agar tidak membuka lahan dengan cara membakar untuk menghindari terjadinya kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).       

"Pemerintah Daerah dan masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar lahan, mulailah dengan melakuakan inovasi pengelolaan lahan gambut yang dikenal sebagai Mitigasi," kata Radito Pramono Susilo selaku Kepala Sub Direktorat Mitigasi Struktural BNPB.       

Dia  mengatakan, sebagai bagian dari pemulihan dan inovasi ekosistem gambut, maka kami dari BNPB bermaksud melaksanakan program Mitigasi Partisipatif Karhutla pemanfaatan lahan gambut tanpa bakar.

"Pelaksanaaan Mitigasi Partisipatif Karhutla untuk memaksimalkan pemanfaatan lahan gambut tanpa harus dibakar bertujuan untuk perlindungan dan penyelamatan ekosistem gambut," terang Raditya dalam keterangannya yang diterima Rabu (21/10).       

"Kegiatan ini memberikan pengetahuan dan praktik atas kondisi gambut, daur hidrologis, pemilihan jenis varietas dan berbagai pengetahuan lokal lainnya yang berhubungan dengan sistem kehidupan masyarakat di lahan gambut,” ucap Radito saat membuka kegiatan Mitigasi Partisipatif Karhutla di Kabupaten Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim), Jambi.       

Dia menambahkan, penanganan Karhutla dilakukan salah satunya dengan merestorasi lahan gambut, selanjutnya perlu adanya dukungan banyak pihak, dalam hal ini mengedepankan konsep Pentaheliks dikarenakan target area restorasi gambut di Indonesia sebesar 2,6 juta hektare yang menunjukkan lahan tersebut sangat luas.       

"Dalam langkah penanganan Karhutla, perlu adanya restorasi lahan gambut mengacu pada konsep pentaheliks, pada kesempatan kali ini kami didukung oleh Badan Restorasi Gambut (BRG), Pemerintah Daerah yang diwakili oleh BPBD Provinsi, BPBD Kabupaten, Dinas Pertanian, Kepala Desa, media massa, UMKM, para fasilitator BRG dan tentu saja para petani yang tergabung dalam kelompok tani," katanya.

Dengan mengusung konsep pentaheliks, diharapkan keberhasilan program ini dapat berjalan dengan baik, khususnya untuk memperkuat edukasi kebencanaan pemanfaatan lahan gambut,” tambah Radito. (johara/tha)

Latest Comments

  • {{comment.name}} {{comment.created_at}}

    {{ comment.comment }}

Belum ada komentar.

REKOMENDASI



IKLAN BARIS

-->