Download E-Paper

Achmad Yurianto: Vaksin Bukan Penyelesaian Akhir Pandemi Covid-19

Senin, 19 Oktober 2020 - 19:34
Achmad Yurianto.

JAKARTA - Vaksinasi Covid-19 atau pemberian vaksin kepada masyarakat bukan dan tidak boleh dianggap sebagai penyelesaian akhir dari pandemi Covid-19. 

Hal itu disampaikan Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan Republik Indonesia Achmad Yurianto, dalam diskusi virtual di Kementerian Kesehatan, Senin (19/10/2020)

"Vaksinasi Covid-19 tidak boleh dianggap sebagai penyelesaian akhir dari pandemi Covid-19.  Persepsi bahwa jika sudah ada vaksin, maka masyarakat bisa meninggalkan masker dan protokol kesehatan adalah persepsi yang salah." jelas Yurianto.

Yuri menambahkan, vaksinasi ini bukan juga senjata  di lini pertama dalam penanggulangan pandemi Covid-19,

"Karena kita berharap memberikan perlindungan ketika sudah jatuh sakit, terhadap kondisi ketika menjadi sakit, tetapi tidak melindungi paparan, tidak melindungi terkena virusnya," lanjut Yuri. 

Mantan Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 ini memastikan bahwa lini pertama peperangan ini adalah dengan melaksanakan protokol kesehatan. 

"Lini pertama penanganan ini adalah menerapkan protokol kesehatan. Sehingga kita tidak terpapar virus, kita mencegahnya dengan 3M, mengenakan masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak. Karena jika tidak terpapar maka tidak akan sakit," tegas dia. 

Ia menjelaskan, vaksin ditujukan untuk memberikan kekebalan pada seseorang. Agar ketika seseorang terpapar virus, orang tersebut tidak akan sakit.

Meski demikian, Yuri menegaskan bahwa vaksin tetap tidak membebaskan dari kemungkinan terpapar virus. 

"Sekalipun telah tervaksin, menjaga diri dan orang lain dengan masker itu perlu dilaksanakan. Karena mungkin kita kebal, tapi kita terpapar virus. Apabila virus menularkan orang lain yang belum divaksin maka orang tersebut akan sakit," jelas dia. 

Lanjut dia, berdasarkan data Kementerian Kesehatan, 80 persen kasus positif di Indonesia didominasi oleh pasien tanpa gejala. "Apabila orang ini berada di tengah masyarakat yang tidak menjalankan protokol kesehatan , maka akan menular. Jika orang itu memiliki imunitas yang lebih rendah, maka akan jatuh sakit," lanjut dia.

Yuri menegaskan, protokol kesehatan merupakan suatu kewajiban yang tidak terbantahkan meski muncul kehadiran vaksin. " Bukan lagi 3M, tetapi 3W yaitu wajib mengenakan masker, wajib menjaga jarak, dan wajib mencuci tangan," ujarnya. (mita/win)

 

Latest Comments

  • {{comment.name}} {{comment.created_at}}

    {{ comment.comment }}

Belum ada komentar.

REKOMENDASI



IKLAN BARIS

-->