Download E-Paper

Abang Ojol Leo, Angkut Penumpang Offline untuk Tutupi Kebutuhan Sehari-hari

Senin, 19 Oktober 2020 - 11:22
Leo, driver ojol. (toga)

JAKARTA - Penghasilan ojek online (ojol) pada masa pandemi virus corona atau Covid-19 semakin memprihatinkan. Bukan hanya karena persaingan tak berkurang, juga lantaran diberlakukannya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di sejumlah wilayah.

"Sebelum Covid-19 pendapatan masih lumayan, tapi pas Covid ini pendapatan hancur. Untuk kebutuhan sehari-hari diakalin dengan narik offline, dan kalau ada sampingan aja," kata Leo (44), driver ojol yang biasa mangkal di daerah Petukangan, Jakarta Selatan, Minggu (18/10/2020).

Menurut Leo, pada masa pandemi Covid-19 saat ini, orderan yang didapat driver ojol jauh berkurang dibanding sebelumnya.

Baca juga: Ojol Mamet Mengaku Daya Beli Menurun Drastis Akibat Pandemi Covid-19

Baca juga: Curhatan Abang Ojol Hadapi Corona: Saya Lebih Takut Istri dan Anak Gak Makan

Baca juga: Abang Ojol Bejo Tidak Sebejo Namanya, Pernah Ditebengi Kuntilanak Saat Jemput Penumpang

"Paling banyak sehari lima kali tarikan, bahkan hari ini aja saya belum narik sama sekali," tuturnya.

"Untuk pendapatan juga kami dipotong 20 persen oleh operator, jadi kalau dapat Rp50 ribu dipotong 20% jadi sisa cuma Rp40 ribu," sambungnya. (toga/ys)

Latest Comments

  • {{comment.name}} {{comment.created_at}}

    {{ comment.comment }}

Belum ada komentar.

REKOMENDASI



IKLAN BARIS

-->