Gelar Pendidikan Politik, Kader Golkar DKI Dibekali Ilmu Agama

Senin, 14 September 2020 21:05 WIB

Share
Gelar Pendidikan Politik, Kader Golkar DKI Dibekali Ilmu Agama

JAKARTA - DPD Partai Golkar Jakarta, menggelar pendidikan politik terkait pentingnya ilmu agama untuk semua kadernya. Sebab dengan bekal ilmu agama diharapkan keberadaan kader Golkar Jakarta bisa memberikan manfaat bagi masyarakat di sekitarnya.

Wakil Ketua Bidang Kerohanian, Pendidikan, dan Budaya DPD Golkar Jakarta, Ashraf Ali mengatakan jika Golkar punya komitmen dalam membangun dan mengembangkan organisasi keagamaan lewat pendidikan politik. Sehingga, semua kader bisa melakukan tindakan yang sesuai dan mengutamakan kepentingan rakyat.

“Bangun organisasi bidang keagamaan itu dari bawah, konsolidasi dari tingkat bawah sampai ke atas. Perhatikan Rakyat, Sentuh Rakyat, Bantu Rakyat,” kata Ashraf, dikutip, Senin (14/9/2020)

Di sisi lain, Wakil Ketua Bidang Pemenangan Pemilu, Ramly Hi Muhammad menyebut jika ormas memang butuh banyak pengembangan untuk pendidikan politik, khsusunya di bidang keagamaan. Sebab, mereka juga merupakan tumpuan bagi partai dalam melakukan pembinaan lewat kegiatan keagamaan di tingkat akar rumput. 

“Kita harus membina lagi kegiatan keagamaan di tingkat Rukun Tetangga (RT) sampai tingkat atas, contoh membina para hafidz-hafidz Al-quran. Tidak harus bawa-bawa partai,” ujar dia.

Dengan beragam kegiatan tersebut, disinyalir bisa jadi faktor di mana masyarakat bisa terlibat langsung untuk menyelesaikan program secara bersama-sama. Walhasil, Golkar bisa memberikan banyak manfaat bagi seluruh elemen masyarakat.

Melihat pentingnya pendidikan politik seperti ini, dengan materi-materi keagamaan, DPD Golkar DKI Jakarta pun memastikan bakal terus menggelar program berkesinambungan. Mereka ingin meningkatkan kualitas kadernya sehingga bisa memberikan kontribusi nyata dalam membangun bangsa. (yono/ruh)

 

 

Reporter: Guruh Nara Persada
Editor: Guruh Nara Persada
Sumber: -
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar