MOGE merupakan impian kendaraan bermotor bagi para rider. Mulai cowok, cewek berusia remaja hingga berumur lanjut menyukai moge. Peminat kendaraan di atas 400 CC ke atas ini banyak, sehingga produsen motor seperti Kawasaki, Honda, Yamaha, Ducati dan lain-lain menjadikan Indonesia sebagai pasar yang menguntungkan.
Namun menunggangi motor berkapasitas mesin besar tidak boleh sembarangan. “Ada tips dan teknik tersendiri,” ucap Amung. Menunggangi moge membutuhkan teknik yang lebih tinggi dari pada menggunakan motor biasa yang kapasitas mesinnya kecil. Pertama, satukan jiwa dengan moge, sehingga saat dinaiki terasa nyaman dan adem. Safety Riding mulai sarung tangan, helm hingga sepatu harus sesuai standar.
Baca juga: MBI Depok, "Boleh Gabung Asal Nggak Baperan"
“Ketiga cek kendaraan terutama sistem pengereman dan kondisi roda,” sebutnya. Etika berkendara ngebut boleh tapi bukan di jalan umum. Khusus bagi pemula, minimal harus ada jam terbang menyesuaikan ‘Sunmori’ alias Sunday Morning Reading. “Minimal rute keliling Jakarta sambil macet-macetan di jalan sehingga hafal karakter motornya,” paparnya.
Bila tak berpengalaman, nekat menunggangi moge berdampak kecelakaan dan nyawa taruhannya. “Nunggangi moge apapun usahakan selalu tegak dengan posisi paha menempel tangki, selain mengurangi lelah, motor jadi lebih mudah dikendalikan dengan menggerakkan pinggul,” jelasnya.
Baca juga: Kepincut Sejak 27 Tahun Silam, "Harley is My Life, Dia Legenda"
Terakhir, konsentrasi penuh. Kapasitas mesin besar, top speed tinggi, banyak pengendara ingin memacu moge dalam kecepatan tinggi. “Ngebu boleh asal tau kondisi jalan dan rute yang dilalui. Jangan asal-asalan dan perhatikan lingkungan sekitar. Akhirnya, tunggangi moge siapa takut?” tutupnya.(angga/iw)