MBI Depok, "Boleh Gabung Asal Nggak Baperan"

Selasa 08 Sep 2020, 10:00 WIB
Touring santai anggota MBI Depok. (angga)

Touring santai anggota MBI Depok. (angga)

KOMUNITAS Motor Besar Indonesia (MBI) saat ini memiliki 1.250 anggota. Mereka tersebar pada 7 chapter MBI, yaitu di Jakarta, Cirebon, Tangerang, Depok, Bekasi, Bandung, dan Bali.

“Menjadi member MBI cukup punya motor di atas 400 CC dan nggak baperan,” ucap Amung, Ketua MBI Depok.

Syarat kedua itu penting. “Sebab saat kongkow-kongkow atau turing suka bercanda nah, kalau baperan nggak bakalan bisa nyaman,” katanya tertawa.

Namun, dia buru-buru menyebutkan bergabung di MBI sistemnya silaturahmi dan persaudaraan. “Kami bukan komunitas politik atau lain semacamnya. Tak ada paksaan bergabung,” imbuh Amung, PNS yang tinggal di Depok.

Anggota MBI Depok dalam perjalanan touring.(angga)Anggota MBI Depok dalam perjalanan touring.(angga)

Kini MBI Depok beranggotakan 60 pecinta moge. Komunitas yang menginduk ke MBI Pusat di Jakarta itu berdiri 19 Juni 2018. Mereka berasal dari berbagai suku, profesi, dan berlatar belakang agama berbeda. Areal SPBBU ‘Shell’ Margonda atau di Kafe ‘Upnormal’ keduanya di daerah Pancoran Mas dijadikan tempat kongkow, setiap akhir pekan.

“Ngobrolnya seputar motor besar (moge) diselingi ngalor ngidul soal perkembangan berita yang sedang hits, biar nggak ketinggalan,” ujarnya.

Anggota ini berasal dari berbagai kalangan profesi, mulai ASN, anggota TNI/Polri, pengusaha, karyawan swasta, praktisi hukum, dan mahasiswa. Mereka itu memiliki Harley Davidson, Cam An Spyder, Sport, Naked, dan motor 1.800 CC seperti Honda Gold Wing.

Kegiatan bantuan santunan anak yatim dan dampak Covid 19 di daerah Beji Kota Depok. (Angga)Kegiatan bantuan santunan anak yatim dan dampak Covid-19 di wilayah Beji, Depok. (angga)

Sesama anggota MBI, Amung menanamkan sifat kekeluargaan dan bersaudara dengan saling membantu antarsesama. Dia mengenal moge sejak SMA. Kala itu orang tuanya memiliki Harley Davidson. Amung remaja kerap mengendarainya, ketika bapak keluar kota. Sejak itu dia mencintai moge. “Tidak seperti motor biasa, menunggangi moge wajib memiliki trik khusus,” ucapnya. Banyak anggotanya memiliki moge, tapi belum khatam mengendarainya.

“Saat menggelar safety riding itulah kami berikan tips-tipsnya, termasuk tertib berlalu lintas,” katanya. Setelah mahir sedikit, diajak rolling thunder keliling Depok dan sekitarnya. MBI Depok juga rutin menggelar bakti sosial seperti donor darah, pembagian sembako bagi warga terdampak pandemi corona, operasi bibir sumbing dan mengkampanyekan tertib berlalu lintas dengan bekerja sama dengan Satlantas Polres Depok. (angga/iw/ys)

News Update