SULIT dilontarkan dengan kata-kata. Begitu Jokay (46), mengungkapkan perasaannya saat menunggangi HarleyDavidson. Moge ciptaan William S. Harley dan Arthur Davidson pada 1903 tersebut, sudah menjadi bagian penting dalam hidupnya. Baginya, memiliki dan mengendarai motor pabrikan Amerika Serikat bukan semata hobi, melainkan bagian hidupnya.
"Only Harley. Harley is my life,” ucapnya. Sudah 27 tahun lebih pria anggota MBI Depok ini mengendarai Harley. Moge yang pertama kali dikendarainya bukan Harley, tapi Birmingham Small Arms (BSA). Motor ini lahir duluan dibandingkan Harley. Kemudian dia beralih ke moge BMW pabrikan Jerman. Baru di awal 90-an dia memegang Harley. Sejak itu kecintaan terhadap Harley Davidson mulai terbangun.
“Bersama Harley, saya sudah jelajah ke pelosok Nusantara bersama MBI,” katanya. Bahkan dia pernah touring Jakarta-Lombok, sendirian selama 10 hari. Pergi melintasi jalur utara Pulau Jawa dan pulang lewat selatan. “Hemm, tiada duanya,” kenangnya. Untuk mendapatkan motor idamannya itu, Jokay mengaku harus menabung hampir sepuluh tahun.
Anggota MBI Depok dalam touring ke daerah lampung. (Angga)
Dia menyebut kendaran roda dua dengan harga fantastis berbodi kekar dan macho, bagi pecinta moge pasti mengidam-idamkan. Tak salah bila sebagai pecinta moge menganggap Harley sebagai ukuran kesuksesan. “Maksudnya, kita bisa menyisihkan uang, mengorbankan segalanya demi mewujudkan cita-cita. Kalau pengen Harley, ya nabung,” ucap Jokay.
Baca juga: MBI Depok, "Boleh Gabung Asal Nggak Baperan"
Dia menyukai moge semata-mata berdasarkan hobi. Lebih dari itu, Jokay menganggap Harley-Davidson tidak ada duanya. “Harley itu legenda. Tidak bisa dibandingkan dengan moge lainnya, “ katanya. Kini penggemar moge bukan hanya dari lelaki mapan dan berusia matang. Mengutip data komunitas Harley Owners Group (HOG), sekitar 90 persen anggota di komunitas itu diisi anak muda.
“Mereka berusia 30 hingga 35 tahun, bahkan banyak juga yang belum berusia 30 tahun,” sebutnya. Punya hobi menggeber moge tentu saja bikin khawatir keluarganya. Motor dengan bobot berat dan enak dipakai untuk kecepatan tinggi itu sangat berisiko di jalanan. Sebab itu dia selalu menghindari kebut-kebutan. Kuncinya, santai, jangan takut ketinggalan atau tak sampai ke tujuan, jaga emosi dan enjoy, nikmati selama mengendarai Harley,” dia memberi saran. (angga/iw)