Dijerat Pasal TPPO, Bareskrim Polri Tahan 6 Tersangka Kasus Prostitusi Karoke Vanesia BSD Tangsel

Jumat, 21 Agustus 2020 12:52 WIB

Share
Dijerat Pasal TPPO, Bareskrim Polri Tahan 6 Tersangka Kasus Prostitusi Karoke Vanesia BSD Tangsel

JAKARTA –  Bareskrim Polri menahan enam tersangka kasus prostitusi tempat hiburan Venesia Karoeke Eksecutive, BSD, Tangerang Selatan (Tangsel). Keenam tersangka terdiri dari 3 mucikari dan 3 managemen perusahaan.

"Dari hasil gelar perkara, 6 orang ditetapkan sebagai tersangka atas dugaan perdagangan orang (TPPO). Kami juga masih mengejar pemilik tempat hiburan tersebut," kata Direktur Tindak Pidana Umum (Dirtipidum) Bareskrim Polri Brigjen Ferdy Sambo di Jakarta, Jumat (21/8/2020).

Ferdy menjelaskan, kepada para tersangka, pihaknya menjerat Pasal 2 UU No 21 Tahun 2007 tentang Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO).

Sementara ke-47 wanita yang di eksploitasi seksual sudah diserahkan kepanti sosial ditempatkan di balai rehabilitasi sosial di BRSW (Balai Rehabilitasi Sosial Watunas) daerah Jakarta Timur.

Sebelumnya, untuk sekali kencan tempat hiburan Venesia memasang tarif Rp 1,1 juta hingga Rp 1,3 juta per voucher di kali 3 menjadi Rp 3,9 juta. Dilokasi petugas juga menyita uang Rp 730 juta yang merupakan uang bookingan pekerja seks komersil (PSK) sejak tanggal 1 Agustus 2020.

Dikatakan, tempat hiburan yang beroperasi sejak bulan Juni 2020 itu, memiliki 15 kamar untuk melayani tamu. Petugas sempat mengamankan 47 PSK bersama 13 orang mucikari dan managemen perusahaan. Setelah dipastikan mereka negatif rapid test, 47 PSK itu diserahkan ke panti sosial untul dibina.

Sebelumnya, Bareskrim Polri menggerebek lokasi Spa dan Karoke Vanesia BSD Karoke Executive dikawasan Bumi Serpong Damai (BSD), Tangerang Selatan (Tangsel), Banten, Rabu (19/8/2020) malam. 

Penyidik hingga kini masih mendalami apakah para mucikari tersebut melakukan kegiatan yang sama ditempat lain. Pasalanya, para wanita yang dipekerjakan ini banyak datang dari luar Jakarta, seperti Jawa Barat dan Jawa Timur. (ilham/tri)

Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar