Dirjen PPKL: Hari Lingkungan Hidup Sedunia,  Kesempatan Suarakan Proteksi  Planet Bumi

Sabtu 06 Jun 2020, 04:51 WIB
RM Karliansyah, Dirjen Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan (PPKL).

RM Karliansyah, Dirjen Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan (PPKL).

JAKARTA - Hari Lingkungan Hidup Sedunia (HLH)   diperingati setiap tanggal 5 Juni. Peringatan ini dicetuskan oleh PBB sebagai upaya meningkatkan kesadaran dan aksi untuk melindungi lingkungan kita.

Menurut Dirjen Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan (PPKL), RM Karliansyah, Hari Lingkungan Hidup Sedunia mengajak kita untuk berpikir kembali bagaimana kegiatan manusia telah berevolusi dan berdampak terhadap lingkungan.

Terdapat dua hal monumental dalam pertemuan dan tetap menjadi legacy sampai saat ini yaitu dibentuknya United Nations Environment Programme (UNEP) dan penetapan tanggal 5 Juni sebagai peringatan World Environment Day yang dirayakan setiap tahunnya.

 “Peringatan ini merupakan kesempatan bagi semua orang untuk menjadi bagian aksi global dalam menyuarakan proteksi terhadap planet bumi, pemanfaatan sumber daya alam yang berkelanjutan, dan gaya hidup yang ramah lingkungan,” ujar Dirjen PPKL RM Karliansyah, dalam keterangan tertulis, Jumat (5/6/2020).

Karliansyah mengatakan, tema HLH Sedunia tahun ini adalah “Biodiversity” atau Keanekaragaman hayati, dengan slogan “Time for Nature”.

 Tema ini dipilih sebagai bentuk pengingat kepada seluruh umat manusia untuk selalu bersyukur bahwa sampai saat ini alam telah memberikan kekayaan dan keanekaragamannya untuk menunjang keberlangsung hidup umat manusia.

 “Indonesia adalah negara megabiodiversitas. Indonesia menempati urutan kedua setelah Brazil sebagai negara teratas dari sepuluh negara dengan keanekaragaman hayati paling tinggi di dunia,” katanya.

“Dengan luas wilayah 1,3% dari luas muka bumi daratan dan lautan, Indonesia menempati posisi teratas keanekaragaman hayati di dunia. Namun, tingkat kepunahan keanekaragaman hayati Indonesia menempati posisi ke-6 di dunia,” papar Karliansyah.

Hal ini diakibatkan karena banyaknya ekspolitasi berlebihan terhadap sumberdaya flora dan fauna dengan tidak memperhatikan aspek keberlanjutan. Selain itu, adanya faktor pencemaran dan kerusakan lingkungan, perubahan iklim, deforestasi, konversi lahan, dan aktivitas manusia juga ikut menyumbang proses kepunahan spesies.

Ekosistem lingkungan yang sehat akan mempertahankan keanekaragaman hayati, menyediakan air dan udara bersih, sumber daya alam, pangan, serta mengurangi bencana.

Menurut Karliansyah, saat ini dunia sedang menghadapi situasi pandemi Covid-19. Kondisi ini sebagai pengingat bahwa kesehatan manusia berhubungan dengan kondisi alam.

Virus korona adalah zoonosis yaitu berasal virus yang ditularkan dari hewan, Sebanyak 60% kasus penyakit infeksi ke manusia berasal dari hewan.

 “Saat ini lebih dari 5 juta kasus di dunia positif Covid-19. Para ilmuan menyatakan bahwa jika kita tidak mengubah perilaku kita terhadap alam, maka kita akan menghadapi pandemi ini semakin lama,” katanya.

Hari Lingkungan Hidup Sedunia, ujar Dirjen PPKL, menginspirasi agar Pemerintah bersama dengan masyarakat berkomitmen untuk menjaga alam, mengurangi pencemaran dan kerusakan lingkungan, serta menegakan hukum lingkungan.

Dunia usaha diminta untuk ikut berperan menjaga keberlanjutan dengan menggunakan aktifitas yang ramah lingkungan. Masyarakat dan komunitas bersama menjaga agar melestarikan dan mengembalikan ekosistem yang rusak.

Rangkaian Acara

Dikemukakan Karliansyah, dalam rangka Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) melalui Direktorat Jenderal Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan (Ditjen PPKL) akan menyelenggarakan rangkaian kegiatan.

Saat situasi pandemi ini, rangkaian kegiatan diselenggarakan secara daring (online) di media sosial KLHK dan Ditjen PPKL. Adapun jenis kegiatan yang dilaksanakan yaitu:

1.            Sharing Session dan Diskusi melalui Web Seminar (Webinar) – (5 Juni 2020 pkl. 10.00 – 11.30 WIB)

2.            Ngobrol Pintar (Ngopi): “Time For Nature” – (Jumat, 19 Juni 2020 pkl. 13.30 – 15.30 WIB)

3.            Peluncuran Lagu Lingkungan Sebagai Peringatan Hari Lingkungan Hidup: “Tumbuh Lestari” (Selasa, 9 Juni 2020)

4.            Perlombaan

a) Desain Inovasi IPAL Lomba Desain Inovasi Bangunan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL). Lomba berlangsung 5 – 31 Juli 2020 dan akan diumumkan pemenang 17 Agustus 2020 dengan total hadiah 100 juta rupiah.

b) Lomba Video Kampanye Lingkungan, c) Lomba Cover Lagu Hari Lingkungan Hidup “Tumbuh Lestari”

5.            Live Instagram bersama penggerak lingkungan dan tokoh inspirasi tentang peringatan HLH Tahun 2020 (Juni 2020)

(*/win)

Berita Terkait
News Update