Meski Berhasil Lolos Mudik Tak Semudah Itu Bisa Balik

Selasa 26 Mei 2020, 06:25 WIB

MESKI dilarang pemerintah baik Presiden maupun Gubernur Anies Baswedan, masih 1,7 juta orang Jakarta berhasil lolos mudik dengan berbagai cara. Tapi tak semudah itu bisa balik, sebab harus bisa tunjukkan surat SIKM. Jika tidak, bisa ngebelangsak bro!

Lebaran 1441 H ini memang paling istimewa, sangat mengesankan sekaligus menyedihkan. Bagaimana tidak? Gara-gara PSBB, orang mau pulang kampung dengan biaya sendiri, dilarang Presiden Jokowi dan Gubernur DKI. Alasannya penduduk Zona Merah dikhawatirkan malah menebarkan Covid-19 di kampung halamannya.

Tambah mengenaskan lagi, namanya Lebaran kok dilarang terima tamu, dianjurkan tutup pintu saja. Maka Fachrul Razi adalah satu dari 23 Menag RI yang paling berani. Menag-Menag sebelumnya mana berani melarang orang terima tamu Labaran, bisa didemo dan diminta turun dari jabatannya.

Tapi orang Indonesia kan paling demen langgar aturan; disuruh seperti dilarang, dilarang seperti diperintahkan. Soal mudik misalnya, meski dilarang, masih saja pada nekat. Tercatat, sekitar 1,7 juta warga DKI berhasil pulang kampung, terlepas bagaimana kiat dan siasatnya mengelabui tim PPLM (Petugas Penyekatan Larangan Mudik).

Sekarang sudah musimnya arus balik. Tapi tak semudah itu bro, bisa balik ke DKI Jakarta. Sehubungan dengan diperpanjangnya tempo PSBB hingga 4 Juni mendatang,  Dishub mewajibkan para pemudik yang balik ke Ibukota harus bawa bukti SIKM (Surat Izin Keluar Masuk). Jika tidak, harus putar balik ke kampung halamannya lagi.

Diprediksi bakal terjadi main kucing-kucingan dan nekat-nekatan. Sebab dari 1,7 juta pemudik yang berhasil lolos, ternyata yang pegang dokumen SIKM hanya 3.000-an saja. Selebihnya atau sekitar 1,4 juta jiwa bakal terganjal sampai di batas kota. Kasihan kan hampir senja masuk Ibukota, dipaksa balik lagi. Kalau “Senja di batas kota”-nya Ernie Djohan sih enak, namanya juga lagu.

Jika ada yang maksa, bisa ribut dengan petugas di chek point seperti seorang habib dari Bangil (Jatim) tempo hari. Yang benar saja, sudah hampir sampai Surabaya, kok dipaksa balik, akhirnya keributan itu jadi viral di medsos. Kasihan si habib dari Bangil ini, mau saba (jalan-jalan) kok dibikin angil (susah).

Meski sudah dijaga ketat oleh PPLM, diyakini masih banyak yang lolos kembali ke Jakarta. Tapi sebaiknya, ketimbang ngebelangsak di jalan gara-gara dipaksa balik ke kampung halaman, mending patuhi saja anjuran pemerintah. Jubir Corona dr Akhmad Yurianto sudah mengimbau, sebaiknya jangan kembali dulu, tunggu kondisi memungkinkan.

Sampai hari Minggu 24 Mei kemarin korban positif Corona di DKI Jakarta menjadi 6.634 setelah ada penambahan 119 orang. Angka tersebut juga menjadikan DKI Jakarta menjadi Zona Merah tertinggi dari 34 provinsi lainnya di Indonesia. (gunarso ts)

News Update