JAKARTA - Jakarta masih zona merah pandemi Covid-19. Karenanya sangat rentan terjadi penularan. Pemudik yang balik ke Jakarta usai merayakan Hari Raya Idul Fitri atau Lebaran di kampung, rentan tertular dan rentan menularkan virus.
Sejumlah tokoh, termasuk pemerintah mengimbau agar mereka tidak melakukan arus balik datang ke Jakarta karena dikhawatirkan akan terjadi saling menularkan.
Sebagai catatan, meski pemerintah melarang warga mudik Lebaran, tapi faktanya jutaan perantau di Jabodetabek ‘berhasil’ pulang kampung. Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo memperkirakan ada 1 juta warganya yang pulang kampung. Belum lagi warga Jawa Timur, Jawa Barat maupun daerah lainnya yang selama ini mencari nafkah di Jakarta dan kini tengah berada di
kampung halaman. Mereka kemungkinan akan kembali ke Jakarta.
Guru Besar Universitas Indonesia (UI) Prof Ahmad Mubarok menilai perantau yang tidak kembali ke Jakarta dalam waktu dekat ini, bisa disebut pahlawan bagi orang banyak, sangat ‘keren’ dan patut diapresiasi . "Untuk apa datang ke Jakarta," katanya, Senin (25/5/2020).
Ia menambahkan untuk menghentikan penyebaran Covid-19 serta mencegah mereka jangan sampai tertular virus corona, sebaiknya bertahan terlebih dahulu di kampung halaman.
"Sebab aktivitas ekonomi di Jakarta belum berjalan normal, dan mereka pasti akan menganggur di Jakarta. Ini akan menjadi persoalan sosial nantinya," ucap Mubarok.
ZONA MERAH
Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia (MUI) Anwar Abbas juga menilai hebat kalau warga tetap bertahan di kampung halaman karena Jakarta masih zona merah.
Baca juga: Arus Balik Diperketat, Kakorlantas: Tak Punya Izin ke Jakarta Putar Balik!
Mengutip hadis Nabi Muhammad SAW, Anwar Abbas mengatakan Rasulullah melarang umatnya masuk ke lokasi wabah adalah bentuk pencegahan yang memang dianjurkan oleh Allah. Yakni mencegah diri kita untuk tidak masuk ke lokasi dan lingkungan yang membawa derita.
Apalagi melihat angka positif Covid-19 di Jakarta masih tinggi. "Jadi bertahan saja sementara di kampung halamannya," ujar Anwar, Senin (25/5/2020).