Adil untuk semua

Senin 11 Mei 2020, 09:55 WIB

Oleh Harmoko
 

"SIAPA yang tidak berbuat adil, lebih menderita daripada orang yang mengalami ketidakadilan itu."
Pepatah ini mengajarkan kepada kita untuk senantiasa berbuat adil kepada sesama. Adil dalam ucapan dan perbuatan.

Lebih- lebih di era sekarang ini, di tengah pandemi Covid -19, yang berdampak kepada kehidupan sosial ekonomi masyarakat. Keadilan makin dibutuhkan. Keadilan menerima perlindungan, keadilan mendapatkan pelayanan kesehatan dan keadilan menerima bantuan sosial sebagai upaya memperkuat jaring pengamanan sosial.

Hanya saja mewujudkan keadilan tak semudah membalik telapak tangan. Perlu keberanian dari mereka yang ingin menerapkannya. Karena untuk memperoleh keadilan perlu didukung  kebenaran. Tanpa kebenaran, keadilan sulit terwujud.

Sering dikatakan tidak ada keadilan kecuali dalam kebenaran, tidak ada kebahagiaan kecuali dalam keadilan.

Keadilan nenjadi penting direalisasikan dalam kehidupan sehari-hari karena merupakan amanat undang-undang. Merupakan cita-cita bangsa dan negara.

Masyarakat adil adil makmur, adil dalam kemakmuran dan makmur yang berkeadilan sebagai cita–cita bangsa dan negara dapat terwujud jika kebenaran dan keadilan ditegakkan.

Itulah sebabnya berani membela kebenaran dan keadilan terukir secara jelas menjadi satu dari sepuluh butir nilai–nilai sila kedua falsafah bangsa, yang wajib diamalkan.

Siapa yang mengamalkan? Jawabnya kita semua. Negara, tentu, bertanggung jawab secara keseluruhan dalam pelaksanaannya. Dari mulai mengedukasi, memfasiltasi, mengalokasikan anggaran, memberi kewenangan kepada badan/lembaga yang bertanggungjawab atas pelaksanaan hingga evaluasi.

Kita sebagai warga negara, sebagai anak bangsa ikut pula berkewajiban mengamalkan, mulai dari masing–masing  individu, keluarga, dan masyarakat secara bersama–sama.

Fakta telah membuktikan kebenaran takkan terungkap jika masyarakat tak berani mengungkapnya. Kesalahan akan selamanya tersembunyi, jika kita saling menutupi.

News Update