Impian Muthia Nabila Korban Jambret di Tambora Menjadi Sarjana Pupus di Tangan Jambret

Selasa, 5 Mei 2020 22:35 WIB

Share
Impian Muthia Nabila Korban Jambret di Tambora Menjadi Sarjana Pupus di Tangan Jambret

JAKARTA –Impian Muthia Nabila, 22, untuk menjadi sarjana di wisuda pada Juni mendatang pupus. Setelah tewas setelah berusaha mengejar jambret yang mengambil handphonenya di Jalan Roa Malaka, Tambora, Jakarta Barat, Selasa (5/5/2020).

Amirudin Hakim, 28, paman korban mengatakan keponakannya selama ini memang menjalani kuliah sambil bekerja. Korban tercatat sebagai mahasiswi D3 jurusan IT di LP3I, Senen, Jakarta Pusat. "Dia kerja sambil kuliah, sudah kerja sekitar enam bulan di kantornya yang sekarang ini. Di ditempatkan di bagian IT (information technology)," katanya, Selasa (5/5).

Meski kuliah sambil bekerja, kata Hakim, Muthia nyaris rampung menempuh pendidikannya yang sudah dilakukan lebih dari dua tahun ini. Terlebih, anak pertama dari empat bersaudara itu juga sedang dalam tahap pembuatan tugas akhir untuk mendapat gelar. "Diperkirakan Juni besok harusnya wisuda, akhir bulan Mei 2020 ini rencananya sidang skripsi. Sama dosennya pun dia masih bimbingan," ujarnya.

Nahas mimpi anak pasangan Tri Ambyah, 53, dan Anna Musyarrofah, 46, tak menjadi kenyataan. Anak bungsu ini berpulang lebih dulu akibat ulah dua pelaku jambret yang aksinya tersorot kamera CCTV. "Beberapa hari lalu saya dikabari kalau satu pelakunya sudah ketangkap. Pelaku yang dibonceng, kalau yang bawa motor pakai jaket Gojek katanya masih dicari," tuturnya.

Sebelumnya diberitakan, seorang korban jambret bernama Muthia Nabila, tewas dalam kecelakaan di Jalan Roa Malaka, Tambora, Jakarta Barat. Korban tewas setelah mengalami kecelakaan lantaran berusaha mengejar jambret yang mengambil handphonnya.

Warga yang melihat adanya kejadian tersebut langsung melarikan korban ke rumah sakit. Namun sayang, nyawa korban tidak dapat tertolong akibat perempuan berusia 23 tahun itu mengalami pendarahan di bagian kepala.(ifand/ruh)

Reporter: Guruh Nara Persada
Editor: Guruh Nara Persada
Sumber: -
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar