Oleh S Saiful Rahim “TANGGAL 22 Mei nanti warung ini buka nggak, Mas Wargo?” tanya Dul Karung seraya langsung mencomot singkong goreng yang masih kebul-kebul. “Memang kenapa? Kau ingin melunasi utang-utangmu, ya?” tanya orang yang duduk di ujung kiri bangku panjang. “Utang itu sertifikat kepercayaan seseorang terhadap kita. Tak mungkin kita dibolehkan berutang bila tidak dipercaya. Karena itu jangan sekali-kali berpikir untuk buru-buru melunasi utang piutang. Pemerintah kita berutang ke mana-mana, dan dari waktu ke masa bukanlah lantaran kita ini miskin. Jangan lupa! Yang mengelilingi dan membelah negeri kita menjadi pulau-pulau, kata ”Koes Plus” bukan lautan, tapi kolam susu. Iya kan?” kata Dul Karung sambil mengunyah singkong goreng. Ucapan, bahkan teriakan, “huuuuuuu” yang amat panjang pun menyergap perkataan Dul Karung. Kecuali Mas Wargo yang memang tak suka ikut campur obrolan langganannya, terus asyik menggoreng talas, ubi, singkong dan lain-lain. “Astaghfirullah al azim! 22 Mei yang tinggal sepuluh hari lagi itu adalah sebuah hari yang penting. Hari itulah kita semua akan tahu apakah seluruh rakyat dan negeri ini akan punya presiden baru atau presiden yang sekarang tetap dipercaya dan dianggap mampu terus menjadi presiden.” “Lho, apa hubungannya dengan ditutup atau tidak ditutupnya warung ini?” potong orang yang entah siapa dan duduk di sebelah mana. “Barangkali Mas Wargo sudah niat ingin pulang kampung bila capres pilihannya terpilih jadi presiden. Selain itu mungkin dia juga mau ziarah ke makam leluhur, yang menjelang Puasa kemarin tidak bisa dilakukan,” tutur Dul Karung dengan agak sok tahu. “Dan satu lagi!” serobot orang yang duduk di ujung kanan bangku panjang. “Mungkin juga dia ingin belajar kembali tinggal dan buka warung kopi bukan di Ibukota. Bukankah para penggede negeri kita kini banyak yang bicara ingin memindahkan Ibukota dari Jakarta dan sekaligus ke luar Jawa,” sambung orang itu. “O iya, Dul! Sebagai orang yang dilahirkan dan dibesarkan di Jakarta, bagaimana tanggapan dan perasaanmu bila Ibukota dipindah ke luar Jakarta. Bahkan keluar Pulau Jawa?” tanya orang yang duduk di kanan Dul Karung, sambil membelai-belai punggung Si Dul. “Silakan saja. Indonesia kan luasnya dari Sabang sampai ke Merauke. Begitu juga Jakarta. Malah kalau Indonesia itu dari Sabang sampai Merauke, Jakarta bukan cuma dari Tanah Abang sampai Rawa Bangke, yang sekarang diganti namanya jadi Rawa Bunga. Jakarta itu di dalamnya ada Kampung Melayu, Kampung Ambon, Kampung Bali, dan macam-macam seperti itulah,” jawab Dul Karung yang kali ini sambil nyeruput teh manisnya yang sudah mulai dingin. “Lagi pula Si Dul itu walaupun mengaku anak Betawi, tapi dia tak punya rumah, apalagi tanah di Jakarta. Padahal di mana-mana di Jakarta, bahkan sampai Kebun Sirih, Kebun Kacang, Kebun Sereh, Kebun Jahe, bahkan Kebun Kosong pun penuh dengan rumah,” kata orang yang duduk tepat di kanan Dul Karung, mengundang tawa para hadirin. Kecuali tawa Dul Karung dan Mas Wargo yang tidak suka mengejek pelanggannya. “Eh, kalau tanggal 22 Mei nanti warung kopi Mas Wargo ini tidak ditutup, kita kumpul di sini saja, ya?!” ajak Dul Karung tanpa ada yang tahu apa maksudnya. “Gak ah! Lebih baik nonton televisi di rumah masing-masing. Menunggu kabar siapa yang menang Pilpres tahun ini,” tolak orang yang duduk di depan Mas Wargo. “Betul itu! Lebih baik diam di rumah masing-masing. Kalau ada huru-hara kita tak kena getahnya,” kata orang yang duduk tepat di kanan Dul Karung. “Lho, minggu lalu dalam celotehan di warung ini kita sudah mengatakan bahwa dalam hal bersikap demokratis negeri kitalah yang paling hebat. Kita sudah punya “Pahlawan Demokrasi” padahal Amerika Serikat yang mengaku paling demokratis belum punya. Kok sekarang kuatir hari pengumuman hasil Pilpres/wapres akan jadi hari huru-hara?” kata orang yang entah siapa dan duduk di sebelah mana. “Takut ono kebo nyusu gudel” jawab Mas Wargo yang jarang ikut campur obrolan pelanggannya. “Apa, Mas?” tanya Dul Karung dengan cukup keras. “Ono kebo nyusu gudel itu artinya ada kerbau menyusu kepada anaknya. Dan “kerbau menyusu kepada anaknya” adalah kiasan “orangtua meniru tingkah laku anaknya.” Nah, sekarang kan banyak sekali anak-anak yang tawuran tanpa alasan. Cuma diajak dengan kata-kata “kita berantem yuk” lewat telepon genggam, mereka pun datang dan bertemu di tempat yang disepakati. Lalu tawuran dengan menggunakan senjata tajam. Kini ada tanda-tanda orang yang sudah tua tapi belum bisa menjadi orangtua, mau meniru anak-anak berantem, alias berhantam secara babi buta. Itulah kias “kebo nyusu gudel” alias kerbau menyusu kepada anaknya,” kata Mas Wargo yang biasanya tidak suka ikut campur dalam obrolan pelanggannya. ( *** )
Kebo Nyusu Gudel
Sabtu 11 Mei 2019, 04:41 WIB

Editor
[email protected] Follow Poskota
Cek berita dan informasi menarik lainnya di Google News sekaligus ikuti WhatsApp Channel POSKOTA untuk update artikel pilihan dan breaking news setiap hari.
News Update
Berapa Tunjangan Anak Pensiunan PNS Golongan I Cair April? Ini Hitungan 2 Persen dari Gaji Pokoknya
Kamis 26 Mar 2026, 22:19 WIB
TEKNO
Cari HP Kamera Jernih? Ini 5 HP OPPO Terbaik 2026 dengan Hasil Foto Super Tajam
26 Mar 2026, 22:08 WIB
HIBURAN
Sosok Pemilik Travel Umrah Hanania Group Siapa? Disorot usai Keluhan Jemaah Gagal Berangkat Viral di Threads
26 Mar 2026, 19:48 WIB
Nasional
Indonesia Berhasil Tekan Kasus Campak, Turun Hingga 95 Persen di 2026
26 Mar 2026, 19:21 WIB
HIBURAN
Adhisty Zara Sakit Apa? Heboh Eks Member JKT48 Putuskan Mundur dari Proyek Sinetron
26 Mar 2026, 19:16 WIB
Nasional
Arus Balik Lebaran Memuncak Akhir Pekan, Jalur Puncak Siap Direkayasa
26 Mar 2026, 19:11 WIB
Nasional
WFH Dinilai Ampuh Kurangi Konsumsi BBM, Ini Strategi Pemerintah Jaga Ketahanan Energi Nasional
26 Mar 2026, 18:50 WIB
Internasional
Filipina Tetapkan Darurat Energi Imbas Konflik Timur Tengah, Siap Tambah Impor Batu Bara dari RI
26 Mar 2026, 17:40 WIB
EKONOMI
Menkeu Purbaya Tegaskan Harga BBM Subsidi Tak Naik, Meski Minyak Dunia Melonjak
26 Mar 2026, 16:45 WIB
HIBURAN
Viral Video Joget MBG Rp6 Juta per Hari, SPPG Milik Hendrik Irawan Ditutup Sementara
26 Mar 2026, 15:25 WIB
Daerah
Polda Banten Gagalkan Penyelundupan 71 Kg Sabu di Pelabuhan Merak, 3 Pengedar Ditangkap
26 Mar 2026, 15:18 WIB
JAKARTA RAYA
Sudin SDA Jakarta Barat Pasang Bronjong Tangani Tanggul Jebol di Anak Kali Angke Cengkareng
26 Mar 2026, 15:14 WIB
OTOMOTIF
Setelah Mudik Lebaran, Cek Kaki-Kaki Mobil agar Tetap Aman dan Nyaman
26 Mar 2026, 14:49 WIB
Daerah
Usai Layani Lebih dari 150 Ribu Kendaraan, Tol Serpan Seksi 2 Tol Ditutup Sementara
26 Mar 2026, 14:22 WIB
Daerah
Gerindra Cianjur Gelar Santunan dan Buka Bersama, Anggota DPRD Jabar, Abdul Karim: Berbagi Itu Indah
26 Mar 2026, 13:52 WIB
Daerah
Anggota DPRD Jabar Abdul Karim Ajak 4.000 Santri Al-Uzlah Jadi Pondasi Bangsa di Masa Depan
26 Mar 2026, 13:49 WIB
HIBURAN
Penyebab Tasyi Athasyia dan Selvi Salavia Ribut karena Apa? Ternyata Ini Kronologinya
26 Mar 2026, 12:06 WIB