Cerita Andre Soal Cegukan Sandi dan Bantahannya Terkait Isu Perpecahan BPN

Senin 22 Apr 2019, 21:08 WIB

JAKARTA  -  Isu pertengkaran yang menjurus perpecahan antara Calon Presiden Prabowo Subianto dan Calon Wakil Presiden Sandiaga Salahuddin Uno sempat menjadi pembicaraan di masyarakt. Isu perpecahan itu muncul karena rumornya Sandiaga tak setuju dengan klaim kemenangan oleh Prabowo setelah hasil quick count sejumlah lembaga survei menyatakan Paslon 02 itu kalah. Isu tersebut semakin kuat berhembus ketika Sandiaga tidak mengikuti deklarasi kemenangan usai pencoblosan, Rabu (17/4/2019) sore. Ditambah lagi raut wajah murung Sandiaga saat dampingi deklarasi kedua Prabowo pada Kamis (18/4/2019) malam. Juru Bicara BPN Prabowo-Sandi, Andre Rosiade menjelaskan kronologis kondisi Sandiaga saat hari pencoblosan. Menurutnya, Sandiaga lebih dulu melakukan shalat tahajud dan shalat subuh berjamaah di Masjid At-Taqwa serta melakukan pencoblosan hingga pukul 10.00 WIB. "Setelah nyoblos ke media center dan orang-orang pada berdatangan dan di situ Bang Sandi main gitar dan mulai cegukan. Meskipun cegukan Pak Sandi tetap menyempatkan diri menemui relawan di Hotel Ambhara lalu ke Kertanegara 4 menemui Pak Prabowo dan partai koalisi," cerita Andre kepada wartawan, Senin (22/4/2019). Hingga sore hari cegukan Sandiaga semakin parah dan fisiknya drop sehingga meminta disiapkan kamar di rumah Prabowo untuk istirahat. Saat itu juga Prabowo meminta Sandiaga istirahat, meski telah dipijit namun Sandiaga tetap cegukan. "Habis salat Magrib Pak Prabowo bilang Pak Sandi ke rumah sakit saja, jam 11 malam sebelum Pak Prabowo pulang ke Hambalang bilang lagi ke Pak Sandi dibawa ke rumah sakit saja. Pak Prabowo menemui Pak Sandi sebanyak tiga kali untuk menyarankan agar dibawa ke rumah sakit," beber Andre. Selanjutnya usai deklarasi tanpa Sandiaga, Prabowo pulang ke Hambalang, Bogor dan Sandiaga pulang ke kediamannya di Jalan Pulombangkeng nomor 5, Selong, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. "Tiba-tiba cegukannya hilang tapi berganti demam menggigil dan sampai di rumah diperiksa dokter kepolisian dikasih obat perut sama demam lalu disuruh istirahat total," ucap Andre. Hari berikutnya, pria yang akrab disapa Sandi ini ijin ke Prabowo bahwa tidak bisa beraktifitas. Jam 15.00 Sekretaris Jenderal Partai Gerindra Ahmad Muzani menemui Sandiaga yang tengah tidur di rumahnya dan diajak ikut konpers kemenangan bersama Prabowo. Saat itu juga Sandiaga kembali telepon Prabowo dan diminta hadir ikut mendampingi konferensi pers. Dalam keadaan belum stabil Sandiaga memaksakan diri mendampingi Prabowo. "Pak Prabowo minta Pak Sandi datang 15 menit saja agar rumor perpecahan itu bisa diantah dan perpecahan itu tidak benar. Jadi kondisi bang Sandi itu memang sedang sakit saat konpres bersama pak Prabowo tapi beliau meskipun diam matanya membaca surat yang dibacakan Pak Prabowo," beber dia. Setelah itu, lanjut Andre, Sandiaga tidak melayani wawancara media karena masih lemas dan kembali pulang kekediamanya. Setelah menjalani pengobatan Sandiaga kembali pulih dan pada Minggu (21/4/2019) sore sudah bisa berolahraga lari. "Dalam pertemuan dengan jubir dan jubat hari ini di media center, Pak sandi menegaskan satu hal penting, yakni akan tetap bersama pak Prabowo sampai titik darah penghabisan melalui Pilpres ini, beliau akan berdiri tegak bersama pak Prabowo untuk mengawal perubahan menuju Indonesia adil dan makmur," tandas Andre. (Yendhi/win)


News Update