ADVERTISEMENT

Ini Penafsiran Fadli Zon soal Ucapan Prabowo yang Salahkan Presiden-presiden sebelum Jokowi

Minggu, 14 April 2019 00:03 WIB

Share

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

JAKARTA  -  Anggota Dewan Pengarah Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Sandi, Fadli Zon, mengatakan bahwa Calon Prabowo sekedar mengingatkan bahwa presiden sebelum Joko Widodo (Jokowi) memiliki kekurangan yang perlu dibenahi tanpa menghilangkan prestasi yang telah ditorehkan. Hal itu menanggapi pernyataan Calon Presiden Prabowo Subianto dalam debat pamungkas yang sempat mengatakan tidak menyalahkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) arah jalan Indonesia saat ini salah. Melainkan menyebut salah presiden sebelum-sebelumnya. "Yang disampaikan Pak Prabowo secara garis besar kita mengingatkan bukan menafikan yang menjadi achievement. Kalau prestasi dan achievement kan sudah kita akui tapi ada tentu ada kekeliruan yang terjadi. Saya kira semangat kita meneruskan yang baik dari semua presiden. Itu sebetulnya yang disampaikan Pak Prabowo," kata Fadli Zon di Hotel Sultan, Jakarta, Sabtu (13/4/2019). Prabowo ingin mengingatkan, lanjut Fadli, bahwa Indonesia harus kembali berpijak pada perintah konstitusi yakni Pasal 33 Undang-undang 1945 bahwa bumi, air, dan yang terkandung di dalamnya dikuasai negara dan sebesar-besarnya untuk kesejahteraan rakyat. "Saya kira itu yang mau diingatkan pak Prabowo mungkin perjalanan bangsa kita ada yang menyimpang dari situ. Ada yang liberal atau terlalu kapitalistik saya kira yang diingatkan," papar Fadli. Wakil Ketua DPR RI tersebut yakin Partai Demokrat sebagai salah satu partai koalisi pendukung Prabowo-Sandi dimana ketua umum-nya adalah Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang pernah menjabat presiden dua periode tetap pada komitmen awal, tidak keluar koalisi. "Tidak perlu disalah artikan. Jadi apa yang disampaikan Pak Prabowo itu bagaimana kita dari dulu sampai sekarang mempunyai garis linier dengan perintah konstitusi kita. Jangan menyimpang ekonomi kita untuk kepentingan nasional, bukan untuk kepentingan orang asing, bukan kepentingan segelintir orang. Tapi kepentingan kemakmuran rakyat itu intinya," tandas Fadli. (yendhi/yp)

ADVERTISEMENT

Reporter: Admin Super
Editor: Admin Super
Sumber: -

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT