Seleb Dunia Kecam Aksi Pelemparan Gas Air Mata ke Imigran

Selasa, 27 November 2018 16:29 WIB

Share
Seleb Dunia Kecam Aksi Pelemparan Gas Air Mata ke Imigran
AMERIKA – Selebritas dunia seperti Rihanna, Kelly Rowland, John Legend dan Eva Longoria mengecam telah mengecam Presiden AS Donald Trump karena mengijinkan penggunaan gas air mata untuk menghalau imigran di perbatasan Meksiko. Seperti diketahui, pada Minggu (25/11/2018) waktu setempat, Trump memerintahkan untuk menutup gerbang masuk perbatasan Meksiko dan AS di Tijuana. Kericuhan sempat terjadi saat beberapa imigran yang putus asa berusaha memanjat pagar perbatasan. Petugas penjaga perbatasan melemparkan gas air mata untuk membubarkan imigran. Foto seorang wanita bernama Meza yang memegang dua putrinya sambil berusaha menyelamatkan diri dari gas air mata menjadi viral dan menuai kecaman. Dilansir Aceshowbiz, Rihanna menyebut kejadian tersebut sebagai terorisme. Sementara Eva Longoria yang merupakan keturunan Meksiko mengungkapkan amarahnya di media sosial. "Ini bukan siapa kita sebagai orang Amerika," tulisnya. "Melemparkan gas air mata pada anak-anak? Ini adalah keluarga yang mencari perlindungan. Tentu saja kita harus melindungi perbatasan kita, tetapi kita harus menggunakan sumber daya itu untuk melindungi negara kita dari terorisme. Ini adalah bayi dengan popoknya. Apa yang Anda pikirkan @realdonaldtrump? Ini adalah manusia, saya harus memperlakukan mereka dengan belas kasih dengan martabat, mereka melarikan diri dari negara-negara yang dirusak obat-obatan yang secara historis karena ketidakstabilan yang kita sebabkan. Ini adalah anak-anak dan ibu yang mencari perlindungan. Foto ini telah menghancurkan hati saya dan keyakinan saya dalam kemanusiaan. " ( BACA: Wanita dan Anak-Anak jadi Sasaran Tembakan Gas Air Mata Polisi Perbatasan AS ) Hal senada diungkapkan Kelly Raged yang merupakan mantan personel Destiny Child.  Ia bahkan mengekspresikan rasa jijiknya lewat tulisan terhadap apa yang terjadi. "Aku muak dengan apa yang terjadi,” ungkapnya. Dalam foto yang ramai tersebar, terlihat Meza berlari bersama dua putri kembarnya, di sampingnya berlari Jamie, putrinya yang berusia 13 tahun. Putranya yang paling muda, James, hampir pingsan setelah bom gas air mata mendarat di dekatnya. Meza terjatuh ketika berlari di tengah kepulan gas air mata. Beruntung seorang pria membantunya berdiri. “Saya ketakutan, saya kira saya akan mati bersama mereka karena gas itu,” kata Meza. Sementara Trump mengancam akan menembaki imigran jika polisi perbatasan diserang. Dalam peristiwa yang menimpa Meza, Kementerian Keamanan Dalam Negeri AS mengatakan polisi terpaksa menembakkan gas air mata karena ditimpuki oleh imigran. Saat ini ada 5.200 orang imigran yang berada di pengungsian Tijuana. Pemerintah Meksiko memberikan mereka tempat sementara di stadion olah raga hingga bisa masuk ke AS. Pemerintah Trump beralasan tidak bisa memberi mereka suaka karena kebanyakan imigran hanya ingin masuk AS untuk mencari kerja. Sementara syarat dapat suaka adalah seseorang harus terancam kehidupannya di negara asal karena perbedaan pandangan politik. (mb)  
Reporter: Admin Super
Editor: Admin Super
Sumber: -
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar