Menikmati Surga Lewat Secangkir Kopi Indonesia

Minggu 18 Nov 2018, 16:03 WIB

BANYUWANGI - "Surga itu ada di secangkir kopi Indonesia," begitu Setiawan Subekti mengenalkan kopi kepada penikmatnya. Tidak berlebihan jika Iwan bermajas seperti itu. Di Sanggar Genjah Arum miliknya, dengan meminum secangkir kopi anda akan menemukan kenikmatan rasa yang tidak pernah ditemui sebelumnya. Masuk ke sanggar, pengunjung akan disambut Othek yang dimainkan enam nenek-nenek. Othek adalah musik tradisi Osing, suku asli Banyuwangi. Musik dimainkan dengan cara memukulkan alu ke lesung padi. KOPI2 OTHEK Othek, musik dari lesung padi yang dimainkan enam nenek-nenek sebagai tradisi penyambutan tamu di Sanggar Genjah Arum. (ikbal) Suasana sanggar yang teduh nan hangat terasa, sangat pas untuk menikmati kopi. Diketahui Sanggar Genjah Arum bukanlah sanggar seni, melainkan kedai kopi yang dibangun Iwan. Namun demikian pertunjukan seni tradisional Osing selalu dipertunjukkan untuk menemani tamu menikmati kopi. Sanggar yang terletak di Desa Kemiren, Kecamatan Glagah, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur itu, dibangun dengan arsitektur rumah tradisional Osing. Butuh waktu 15 hingga 20 tahun baginya untuk mengumpulkan bagian-bagian rumah hingga dapat disusun kembali menjadi tumah yang utuh. Iwan merupakan tester kopi kelas dunia yang juga masih dipercaya menjadi juri dalam beberapa kejuaraan kopi internasional. Meski demikian, dia tidak sungkan terjun langsung meracik, meramu dan menyajikan secangkir kopi di kedainya. Poskotanews.com berkesempatan mencicipi Kopai Osing, kopi jenis arabica. Rasa kopi tanpa gula yang disajikan sangat berbeda dari kopi-kopi yang beredar di luaran. Sedikit pahit, namun minuman berwarna hitam putih serasa mampu membuat rileks seluruh badan, juga pikiran. Pasalnya Kopai Osing hanya tersedia di Sanggar Genjah Arum. Iwan tidak menjual kopinya selain di tempat lain. "Kopi ini selalu saya sajikan di sini. Saya tidak ada bisnis di kopi, jadi saya tidak sajikan di mana-mana, hanya di sini," tuturnya. Pria kelahiran 1957 itu mengungkapkan alasan menamakan produknya sebagai Kopai Osing. Dia menuturkan orang asli Banyuwangi terbiasa mengucap kata yang berakhiran i menjadi ai. Sehinga agar dapat diterima masyarakat, dia menamai kopinya dengan Kopai Osing Kopi yang dihidangkan Iwan di kedainya berasal dari perkebunan miliknya. Kopi jenis arabica di tanam di kebun miliknya di ketinggian 800 mdpl. Biasanya kopi jenis arabica di tumbuh di ketinggian di atas 1.000  mdpl.   Kopi Menyehatkan Iwan menegaskan kopi merupakan minuman yang tidak memiliki efek terhadap kesehatan. Dia pun berbagi tips agar kopi yang diminum menyehatkan tubuh. Kopi yang tanpa dampak, menurutnya adalah kopi tanpa gula. "Boleh minum kopi sampai keringatnya hitam gak apa-apa, dan tanpa gula. Gak pakai gula. Kopi itu menyehatkan, yang tidak menyehatkan gulanya," tandasnya. Penggunaan gula dalam menikmati kopi, kata Iwan tidak lepas dari mind set orang bahwa kopi hitam itu pahit, sehingga harus ditambahkan pemanis.  Untuk takaran konsumsi kopi dalam sehari, berbeda setiap orang. Menurutnya hanya setiap orang dapat mengukur sendiri berapa banyak kopi dapat dikonsumsi dalam sehari. "Jangan pernah takut minum kopi. Kopi itu menyehatkan. Terus ukuran minum kopi setiap orang selalu berbeda, yang tahu diri kita," ujarnya. Member The Specialty Coffee Association, Amerika Serikat sejak 1995 itu pun membagikan filosofi dalam secangkir kopi. Menurutnya kopi tidak dapat memberikan rasa seperti yang dikehendaki,  namun kopi akan memberikan semua dari dirinya untuk dapat dinikmati. "Jadi saya sampaikan kopi tidak bisa memberi apa yang kita minta. Tapi dia tidak akan berbohong. Dia akan memberikan semua yang apa dia miliki, selama dia diproses dengan baik dan benar. Baik kualitasnya benar prosesnya," katanya. Iwan mengingatkan setiap rasa kopi yang disajikan akan berbeda jika diramu oleh tangan yang berbeda. Meski jenis kopi dan cara pembuatannya sama, namun jika dibuat oleh tangan yang berbeda maka rasanya akan berbeda juga. KOPI3 Suasana Kedai Suasana kedai kopi milik Setiawan Subekti di Sanggar Genjah Arum, Banyuwangi. (ikbal) Dia juga berharap agar masyarakat tidak lagi meminum kopi sachet atau instan. Dia mengaku sering di-bully saat keluar negeri karena konsumsi kopi sachet di Indonesia termasuk tinggi. "Jangan minum kopi sachet lagi lah, tolong bantu saya. Saya kalau ke luar negeri selalu di bully 'Negaramu negara penghasil kopi terbaik, tapi penjualan kopi sachet terbesar," tuturnya. Di akhir ceritanya, Iwan menyampaikan khasiat kopi dalam secangkir kopi. Kopi yang diminum satu jam sebelum beraktivitas mampu meningkatkan mood peminumnya. Kopi tidak hanya mengajarkan bagaimana menikmati rasa namun juga menyambung rasa. Seperti pesan yang disampaikan Iwan dalam bungkus Kopai Osing miliknya, 'Once Brew We Bro' alias 'sekali seduh kita bersaudara'. (ikbal) https://youtu.be/BYVyAhTKXdU

Berita Terkait

News Update