Keluarga Korban Lion Air Berharap Dibangun Prasasti

Jumat, 16 November 2018 22:40 WIB

Share
Keluarga Korban Lion Air Berharap Dibangun Prasasti
JAKARTA - Salah satu keluarga penumpang pesawat Lion Air PK LQP nomor penerbangan JT 610 berharap dibangun prasasti untuk mengenang korban pesawat nahas tersebut. "Harapan saya ada suatu kepastian tempat meninggalnya di mana, setidaknya ada satu prasasti yang menunjukkan hal itu," ujar Okto Manurung, adik ipar Martua Sahaka di Gedung Sentra Visum dan Medikolegal RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, Jumat (16/11/2018). Menurutnya, bukan hanya dirinya saja yang berharap demikian, tetapi sejumlah keluarga lain juga memiliki harapan yang sama. Sehingga ia mengharapkan prasasti ini dibuat, terlebih bagi para penumpang yang tidak teridentifikasi nantinya. "Jika tidak ditemukan body part dari korban jadi gimana eksekutornya kepada korban-korban yang tidak ditemukan? Apa hanya dikasihkan ini surat kematian? Ini hak dan asuransi. Sementara keturunannya, anak-anak korban yang masih kecil misalnya pertanyakan bapaknya di mana, kan bisa ditunjukkan misalnya ini kuburannya," jelasnya. Selain itu, lanjutnya, prasasti ini dapat dijadikan tempat mengenang tragedi kecelakaan pesawat tersebut serta pengingat agar peristiwa serupa tidak lagi terulang kembali. Lebih lanjut kata Okto, bukan hanya pihak Lion saja yang ia harapkan merespon harapannya tersebut. Tetapi juga dari Pemerintah. "Saya harap semua pihak, terutama Lion Air, pemerintah juga menyikapi ini, kalau hanya satu pihak saya yakin akan dipandang sebelah mata. Tapi kalau semua unsur mau prihatin dan peduli saya yakin akan terjadi," tandas Okto. Diketahui pada Senin (29/10/2018) lalu, pesawat Lion Air PK LQP nomor penerbangan JT 610 jatuh di perairan Tanjung Karawang, Jawa Barat. Sebanyak 189 penumpang turut menjadi korban dari pesawat nahas tersebut. Setidaknya hingga Jumat (16/11/2018) malam, sebanyak 95 penumpang telah teridentifikasi oleh tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri. (cw2/b)
Reporter: Admin Super
Editor: Admin Super
Sumber: -
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar