ADVERTISEMENT

Warga Tolak Pembangunan Apartemen di pinggir Kali Ciliwung dekat jembatan GDC Depok

Selasa, 30 Oktober 2018 16:09 WIB

Share
Warga Tolak Pembangunan Apartemen di pinggir Kali Ciliwung dekat jembatan GDC Depok

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

DEPOK –  Warga di kawasan Cilodong, Sukmajaya dan Cipayung minta Pemkot Depok tegas terhadap rencana pembangunan apartemen residencia dan mal baru di kawasan Grand Depok City (GDC). Lokasi  tersebut  tidak jauh dari jembatan Kali Ciliwung yang dikhawatirkan menambah kemacetan serta kesemrawutan baru. "Tidak ada apartemen maupun mal saja sepanjang Jl. Raya Kartini mulai dari Jl.  Raya Citayam dan Jl. Raya GDC hampir setiap hari macet dan semrawut, apalagi diizinkan pembangunan tersebut, " ujar Hary Hermanto,  warga Ratujaya,  Cipayung,  Selasa (30/10). Pemberian perizinan terhadap apartemen residencia dan mal GDC harus perlu dikaji lebih jauh dan perlu penelitian terpadu sehingga tidak membawa dampak bagi perkembangan di wilayah di kawasan tersebut,  ujarnya terlebih lahan yang akan dibangun tidak jauh dari pinggir Kali Ciliwung. Pemkot Depok harus berani menghentikan atau tidak mengeluarkan perizinan jika memang tidak sesuai peruntukan dan lainnya karena dikhawatirkan akan menambah kemacetan serta kesemrawutan kawasan tersebut terlebih alun alun Kota Depok  dibangun di kawasan GDC cilodong,  Sukmajaya tahun 2018/2019 ini. Belum Ada Izin Sementara itu,  Kepala Bidang (Kabid)  Perizinn di Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP)  Kota Depok,  Rahman Pujianto,  mengatakan sampai saat ini belum ada pengajuan perizinan yang masuk ke DPMPTSP Depok terkait pendirian apartemen residencia dan mal GDC Sukmajaya. "Belum ada ijin yang masuk, saya tidak tahu karena saya mendata berdasarkan perijinan yang masuk ke meja saya,” katanya. “Sebelum ada izin pengembang yang bersangkutan  tidak boleh  mendirikan bedeng apalagi memasang spanduk maupun lainnya di lahan tersebut. “ Sebelum mengajukan izin ke DPMPTSP Kota Depok, pengembang harus melengkapi persyaratannya, bahwa dilokasi tersebut memang layak untuk didirikan bangunan. Termasuk persyaratan dari pemerintah pusat khususnya Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane (BBWSCC) karena bangunan akan berdiri di dekar Kali Ciliwung yang tentunya harus memenuhi syarat Garis Sepadan Sungai (GSS). (anton/tri)

ADVERTISEMENT

Reporter: Admin Super
Editor: Admin Super
Sumber: -

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT