Seperti Prabowo, Jokowi Juga Silaturahmi dengan Kiai Jawa Timur

Kamis 06 Sep 2018, 19:14 WIB

JAKARTA - Presiden Jokowi bersilaturahmi dengan tokoh ulama dan santri di Pondok Pesantren Amanatul Ummah di Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, Kamis (6/9). Dalam acara itu, Jokowi mengajak seluruh rakyat Indonesia menyemai dan menjaga kerukunan di tengah perbedaan yang ada. Kodrat bangsa Indonesia menurut Jokowi memang terlahir di atas keragaman budaya, adat, dan bahasa. "Harus kita sadari bahwa kita ini hidup di masyarakat yang majemuk, berbeda suku, agama, tradisi, dan adat. Jangan lupakan itu," kata Jokowi. Hadir dalam acara itu, Pengasuh Pondok Pesantren Amanatul Ummah KH Asep Saefudin Chalim, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko, Gubernur Jawa Timur Soekarwo, dan Ketua Umum PP Muslimat NU Khofifah Indar Parawansa. (Baca: Prabowo Ziarah ke Makam Gus Dur, Sandi : Ingin Jalin Hubungan dengan Kiai) Kepala Negara mengatakan bahwa Indonesia memiliki keberagaman dan kemajemukan yang tidak dimiliki negara-negara lain di dunia ini. Dengan 263 juta penduduk, Indonesia dianugerahi dengan 714 suku dan lebih dari 1.100 bahasa daerah yang tersebar di 17 ribu pulau. "Kita dianugerahi oleh Allah perbedaan-perbedaan. Berbeda suku, agama, tradisi, adat, bahasa, berbeda semua. Ini anugerah yang diberikan Allah kepada kita bangsa Indonesia," ucap Jokowi. Selain itu, Jokowi juga mengajak para santri dan ulama untuk berperan menyebarkan sikap khusnul tafahum (berprasangka baik) kepada masyarakat. "Jangan kita ini gampang curiga, berprasangka tidak baik, apalagi pas ada pemilihan bupati, wali kota, bupati, gubernur, dan presiden. Tidak boleh kepada saudara-saudara kita apalagi sesama muslim. Harus kita jaga ukhuwah islamiah dan wathaniah kita," presiden menuturkan. (Johara/b)


News Update