Larisnya Tokoh Tua Kelapa Makin Tua Makin Berminyak

Sabtu, 28 Juli 2018 06:20 WIB

Share
Larisnya Tokoh Tua Kelapa Makin Tua Makin Berminyak
AGAKNYA para elit politik Indonesia ini memang pecinta benda purbakala. Bukan saja barang antik, tokoh pun semakin tua justru semakin laris.  Menjelang Pilpres 2019 ini misalnya, tokoh tua seperti Amien Rais, Yusuf Kalla, Ma’ruf Amin mendadak berkibar. Kita memang punya pepatah, tua-tua kelapa; makin tua makin berminyak! Menghormati orang yang lebih tua, adalah bagian dari ajaran Islam. Hadist Nabi mengatakan: Bertakwalah kalian kepada Allah dan angkatlah yang paling tua di antara kalian sebagai pemimpin. Karena sesungguhnya suatu kaum apabila mereka mengangkat yang paling tua diantara mereka sebagai pemimpin, maka mereka akan mampu menggantikan kedudukan ayah-ayah mereka.  (HR. al-Bukhari). Dalam dunia perwayangan yang merupakan ciptaan Sunan Kalijaga, konsep Islam dimasukkan. Maka tokoh tua yang disebut begawan, pendita, resi, sangat dihormati. Apa pun pendapat Begawan Abiyasa, atau Pendita Durna, termasuk juga Resi Seta; selalu menjadi acuan generasi muda. Dalam dunia nyata, kita ingat Mbah Maridjan “juru kunci” Gunung Merapi. Dia sangat dihormati masyarakat DI Yogyakarta, karena demikian loyalitasnya padha dhawuh Ngersa Dalem Sultan HB IX. Ketika Sultan HB X memerintahkan mengungsi lantaran Gunung Merapi makin tak bersahabat, dia berpantang. Akhirnya Mbah Maridjan pun tewas sebagai martir, karena mengamankan dawuh Sultan HB IX. Orang-orang berusia tua, yang siap jadi martir demi republik, adakah? Yang jelas, menjelang Pilpres 2019 mendatang, para tokoh usia tua menjadi perburuan para elit politik. Maka belakangan ini sosok seperti Amien Rais, 74;  Jusuf Kalla, 76;  KH. Ma’ruf Amin, 75; mendadak berkibar. Amien Rais pendiri PAN itu siap dicalonkan sekelompok golongan untuk Nyapres, bahkan Ketum PAN Zulkifli Hasan pun siap ngalah. Jusuf Kalla kini sedang diperjuangkan lewat MK, agar bisa Nyawapres lagi bila konstitusinya berhasil diubah. Ketua MUI KH Ma’ruf Amin menurut isyu santer yang beredar, adalah bakal Cawapres Jokowi yang sudah disetujui 6 Ketum partai pendukung pemerintah. Semoga mereka dipilih memang karena punya kapabelitas sebagai penjaga republik (NKRI). Jangan sampai hanya karena demi mengamankan elektabilitas belaka. Paling bahaya adalah, jika para Ketum parpol itu sekedar pecinta benda purbakala. Mencintai benda antik karena meyakini ungkapan: tua-tua kelapa, makin tua makin berminyak.gunarso ts
Reporter: Admin Super
Editor: Admin Super
Sumber: -
Berita Terkait