Camat, Lurah dan Warga Kompak Maksimalkan Potensi Wisata Neglasari

Selasa, 17 Juli 2018 14:10 WIB

Share
Camat, Lurah dan Warga Kompak Maksimalkan Potensi Wisata Neglasari
TANGERANG – Lurah Neglasari, Rudi Kusnadi, meliha bahwa potensi wisata di wilayahnya cukup besar. Oleh karena itu, Rusdi merasa membutuhkan konsultan wisata untuk memaksimalkan potensi yang ada. "Saya butuh konsultan wisata untuk memaksimalkan bisnis wisata di sini," ungkap Lurah Neglasari tersebut, Selasa (18/7/2018). Lokasi yang hanya berjarak sekitar dua kilometer dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta, menumbuhkan usaha hotel, apartemen, hingga rumah-rumah sewa transit. "Banyak bule Australia, Rusia, dan Eropa lainnya menyempatkan waktunya jalan kaki berkeliling di sini, saat mereka transit dan menginap di sekitar sini," urai Lurah. “Apa bukan potensi bagus itu untuk menarik mereka lebih banyak, lebih lama berada di sini?” tanyanya Visi inilah membuat Camat Ubaidillah Anhar bersama Lurah Rudi serta warga dan para RT dan RW di Neglasari, mulai berbenah. Lokasi RW 7 yang semula kumuh, tanah terbengkalai, rumah-rumah bambu reot, lingkungan kotor penuh sampah, kini berubah menjadi 'Kampung Rukun' yang lebih asri. "Dulu-dulu mah lingkungan sumpek, sekarang Alhamdulillah udah lebih nyaman," ucap Askit (53), warga setempat. Sebanyak 20 rumah bilik bambu kusam, kini sebagian sudah dilakukan 'bedah rumah' menjadi rumah layak huni. Bedah rumah ini mendapat sokongan dana dari apartemen Aeropolis. "Kita mengajukan. Nggak bagus lah kalau ada apartemen bagus tapi kontras dengan lingkungan di sekitarnya. Alhamdulillah mereka (warga) merespons positif," urai Rudi. Pihak pemerintahan setempat merancang proses sekitar tiga tahun diharapkan keindahan lingkungan lebih sempurna. "Sekarang ini yang banyak dilihat-lihat orang Eropa itu pertanian sayur dan sawah di Jalan Gili, Vihara, latihan barongsai dan lukisan mural,” jelas Rudi. Ke depannya, Camat maupun lurah berharap program Kampung Rukun Neglasari bisa berjalan sesuai harapan. Memaksimalkan potensi wisata di wilayah yang dihuni warga dari berbagai etnis seperti Tionghoa, Melayu, dan banyak suku lainnya. (awang/mb)
Reporter: Admin Super
Editor: Admin Super
Sumber: -
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar