ADVERTISEMENT

Satgas 501 Kostrad Gagalkan Penyelundupan Vanili

Rabu, 6 Juni 2018 14:11 WIB

Share
Satgas 501 Kostrad Gagalkan Penyelundupan Vanili

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

PAPUA NEW GUINEA - Satgas Yonif Para Raider  501 Kostrad pada Selasa (5/6/18), berhasil mengamankan dua oknum warga negara Papua New Guinea (PNG), yang memanfaatkan momentum bulan Ramadhan dengan mencoba menyelundupkan vanili ilegal ke wilayah negara Indonesia seberat 3 Kg. Kedua tersangka, SB dan JO yang berasal dari Vanimo, diamankan Satgas Yonif PR 501 Kostrad saat sedang melintas di depan Pos Jaga Perbatasan dari arah negara PNG menuju Indonesia. “Saat dilakukan pemeriksaan, ditemukan vanili tanpa dilengkapi dokumen resmi seberat 3 Kg di dalam tas yang dikenakan oleh SB, dari keterangan kedua tersangka, Vanili tersebut rencananya akan mereka jual kembali di daerah Jayapura,” ujar Dansatgas Yonif PR 501 Kostrad Letkol Inf. Eko Antoni Chandra. L. Selanjutnya, pihak Satgas berkoordinasi dengan petugas Karantina Pertanian Kota Jayapura untuk menyerahkan tersangka JO dan SB beserta barang bukti Vanili seberat 3 Kg. Untuk diketahui dampak atau efek yang akan ditimbulkan apabila vanili tersebut masuk ke Indonesia tanpa melalui pihak Karantina, bisa saja tak memiliki lisensi kesehatan dari Karantina yang dikhawatirkan Vanili tersebut mengandung penyakit atau mengandung zat berbahaya, serta apabila dikonsumsi bisa menyebarkan virus penyakit kepada masyarakat. Kedua tersangka dikenakan pasal 5 Undang Undang Nomor 16 Tahun 1992 tentang Karantina hewan ikan dan tumbuhan (KHIT). Disamping itu, dalam pasal 31 Undang Undang Nomor 16 Tahun 1992 tentang Karantina hewan ikan dan tumbuhan (KHIT) dijelaskan bahwa barang siapa yang dengan sengaja melanggar ketentuan yang disebut didalam pasal 5 tersebut, dipidana penjara paling lama 3 (tiga) tahun dan denda paling banyak Rp. 150.000.000,- (Seratus lima puluh juta rupiah). (*/mb)  

ADVERTISEMENT

Reporter: Admin Super
Editor: Admin Super
Sumber: -

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT