Indahnya Iktikaf Memburu Lailatul Qadar di Malam Ramadhan

Rabu 06 Jun 2018, 17:13 WIB

BEKASI  - Ratusan jamaah mengikuti iktikaf di Masjid Agung Kota Bekasi, Rabu (06/06) dini hari. Mereka berasal dari berbagai wilayah, termasuk dari luar daerah. Hal sama tampak di hampir semua masjid, karena jamaah memburu kemuliaan dengan beriktikaf. Suasana di 10 malam terakhir Ramadhan kemarin memang cukup berbeda. Seluruh masjid dipenuhi jamaah. Mereka banyak yang memburu amal ibadah untuk mendapatkan kemuliaan Ramadhan dengan beriktikaf. Mengharap mendapat kemuliaan melalui Malam Lailatul Qadar. Seperti suasana di Masjid Agung Albarkah Kota Bekasi, yang tampak penuh jamaah. Sejak pukul 24.00 jamaah mulai berdatangan. Mereka barasal dari tempat yang jauh, seperti Jatiasih atau bahkan Cibitung. Ada juga jamaah dari Jakarta. D iantaranya ada yang bahkan membawa serta keluarga dan anak-anaknya. Mereka mengaji, dan malam hari menjelang sahur mengikuti shalat qilyamullail. "Disini tidak menyediakan sarana menginap. Tetapi jamaah yang butuh sahur bisa menghubungi panitia akan disiapkan," kata Wahyu, satu pengurus DKM Albarkah. Jamaah memang banyak yang tidak menginap. Mereka hanya memburu malam dengan qiyamullail. "Stiap tahun saya ikut qiyamullail di sini. Imamnya hafal quran. Jadi enak shalatnya," kata Suharto, jamaah asal Mekarsari, Bekasi Timur. Shalat qiyamullail malam pertama dipimpin Ust. H. Nur Rohim Alhafidz. Tampak hadir Ketua DKM Ust. H Abdul Hadi dan sekitar 500 jamaah. Kondisi berbeda tampak di Masjid Al Hidayah wa Taqwa, Kaliabang, Medansatria. Puluhan jamaah mengambil manfaat 10 malam terakhir di bulan ramadhan dengan beriktikaf. Sudah biasa di masjid yang diasuh KH Jamalullail Lc ini selalu menyelenggarakan iktikaf. Selain membaca Alquran juga diisi dengan dzikir dan mengaji. "Ya Allah, kalau saya sudah rutin setiap tahun ikut iktikaf. Semoga Allah mempertemukan kami dengan lailatul qadar," kata Agus, satu jamaah peserta iktikaf di Masjid Atqwa Babelan. (chotim/win)


Berita Terkait


News Update