JAKARTA - Polisi mengingatkan masyarakat agar berhati-hati dalam menyatakan pendapat baik secara langsung maupun melaui media sosial. Kadiv Humas Polri Irjen Pol Setyo Wasisto mengatakan dari pada berkomentar yang provokatif, warga diimbau untuk menahan diri. "Makanya saya bilang kita kalau tidak perlu berkomentar sebaiknya tidak usah. Karena kalau berkomentar hanya timbulkan ujaran kebencian nanti ujung-ujungnya ketangkap sama polisi malah repot lagi," katanya di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa (15/5/2018). Diketahui meski banyak yang menunjukkan rasa simpatinya atas teror bom yang terjadi di Surabaya beberapa waktu lalu, di media sosial, tidak sedikit netizen yang menganggap miring tragedi itu. Mereka berpandangan peristiwa berdarah yang timbulkan belasan korban tewas tersebut hanya sebuah rekayasa. Bom-bom yang yang meledak di Jawa Timur dituding digunakan pemilik rezim guna mengalihkan isu nasional yang tengah berkembang. Polisi juga disebut membuat peristiwa itu sebagai jalan mendapatkan dana dari pemerintah untuk penanggulangan aksi terorisme. Setya menyatakan tudingan-tudingan itu dapat membawa masalah hukum bagi yang menyuarakan. Di media sosial postingan semacam itu akam dijerat melalui Pasal 28 ayat 2 UU tentang Informasi dan Transaksi Elektronik. "Karena undang-undangnya ada. Yang mengatakan ini pengalihan isu, bahwa ini hanya untuk dapatkan anggaran itu kan memprovokasi dan ujaran kebencian. Nyinyir gitu ya," tandasnya. Diketahui seorang perempuan berinisial FSA di Kalimantan Barat diamankan pihak berwajib karena menduga tragedi bom Surabaya hanya upaya pengalihan isu. Dalam postingan di media sosialnya, FSA menilai bom Surabaya sengaja untuk merusak nama baik Islam, pegalihan isu gerakan #2019gantipresiden dan upaya agar polisi mendapat tambahan dana penanggulangan terorisme. (ikbal/win)
Polri: Yang Sebut Bom Surabaya Pengalihan Isu, Bisa Berurusan dengan Polisi
Selasa 15 Mei 2018, 18:48 WIB

Editor
[email protected] Follow Poskota
Cek berita dan informasi menarik lainnya di Google News sekaligus ikuti WhatsApp Channel POSKOTA untuk update artikel pilihan dan breaking news setiap hari.
News Update
Film Dokumenter ‘All That Separates Us Is Distance’ Angkat Perjuangan Nelayan Cari Nafkah di Tengah Risiko
Selasa 05 Mei 2026, 22:04 WIB
TEKNO
Meta Kehilangan 20 Juta Pengguna Harian, Gangguan Internet di Iran dan Pembatasan WhatsApp di Rusia Jadi Sorotan
05 Mei 2026, 21:54 WIB
EKONOMI
Tawarkan Ribuan Aset Berkualitas dengan Harga Kompetitif, Bank Mandiri Gelar Mandiri Lelang Festival 2026
05 Mei 2026, 21:43 WIB
JAKARTA RAYA
Disdik DKI Sebut Runtuhnya Tembok Sekolah SDN Tebet Barat 08 Akibat Faktor Alam
05 Mei 2026, 21:34 WIB
HIBURAN
Ahmad Dhani Unggah SP3 Kasus KDRT 2007, Isu Lama dengan Maia Estianty Kembali Jadi Sorotan
05 Mei 2026, 21:15 WIB
TEKNO
Vivo T5 Series Resmi Meluncur di Indonesia, Andalkan Baterai Jumbo dan Performa Gaming
05 Mei 2026, 21:02 WIB
Nasional
Siapa Bro Ron? Figur Kontroversial PSI yang Kini Jadi Korban Serangan di Menteng
05 Mei 2026, 20:25 WIB
JAKARTA RAYA
Diduga Tak Terima Diminta Admin QRIS Rp1000, Anggota TNI Pukul Penjaga dan Rusak Warung
05 Mei 2026, 20:16 WIB
Daerah
Terduga Pelaku Tabrak Kerumunan Siswa di Pandeglang belum Ditahan, Ini Alasannya
05 Mei 2026, 19:59 WIB
TEKNO
8 Platform Streaming Anime Legal di Indonesia: Gratis hingga Premium, Mana Pilihanmu?
05 Mei 2026, 19:32 WIB
OTOMOTIF
Indomobil Expo Pamerkan Beragam Mobil Listrik di Senayan City, Ini Daftar Modelnya
05 Mei 2026, 19:27 WIB
OTOMOTIF
Gran Max jadi Tulang Punggung Penjulan Ritel, Daihatsu Catatkan Kinerja Positif April 2026
05 Mei 2026, 19:21 WIB
Nah Ini Dia
Obrolan Warteg: Memutus Perkara Berlandaskan Fakta, Bukan Main Mata
05 Mei 2026, 19:13 WIB