ADVERTISEMENT

Menjadi Abang-None Jakarta Harus Lari 7 Km Setiap Hari?

Kamis, 19 April 2018 07:24 WIB

Share

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

SETIAP pejabat memiliki hobi masing-masing. Tapi karena hobi itu wilayah pribadi, tentunya tak boleh dipaksakan kepada pihak lain. Entah guyon entah serius, Wagub DKI Sandiaga Uno mengharuskan setiap Abang-None Jakarta harus kuat lari minimal 7 Km setiap hari. Lho ini kan hobinya Wagub, kok mau dipaksakan ke rakyat? Tak lama lagi, tanggal 22 Juni 2018 kota Jakarta berulang tahun ke 491. Ada kewajiban tahunan di enam wilayah kota DKI Jakarta, yakni menggelar pemilihan Abang dan Nona (Abnon). Syarat penting di antaranya, berpenampilan menarik yang bahasa lainnya: cantik dan ganteng, tinggi minimal 170 untuk Abang dan 165 Cm untuk None. Juga harus menguasai Bahasa Inggris dan berwawasan luas. Syarat lain, belum menikah. Itu syarat standar dari tahun ke tahun, siapapun gubernurnya. Tapi di era sekarang ini, Wagub Sandiaga Uno mengharuskan setiap Abang dan None Jakarta lari setiap pagi minimal 7 Km. Alasannya, Abnon adalah duta wisata sekaligus juga duta investasi. Khusus di Kepulauan Seribu dikatakan, untuk menarik wisatawan dan investor. Yang menjadi pertanyaan, ini guyonan atau serius? Mengharuskan Abang None mampu lari sehari 7 Km adalah sangat berlebihan. Semua orang tahu bahwa hobi Wagub kita satu ini berlari-lari dan berenang. Silakan lari dan berenang asalkan tak mengganggu tugas kepemerintahan. Tapi jika hobi pribadi kemudian dipaksakan kepada Abang dan None Jakarta, apa hubungan dan relevansinya? Dengan berlari-lari sehari 7 Km, mampukah Abnon itu meningkatkan kunjungan wisata dan menarik investor masuk? Jika Sandiaga Uno ini terus “kampanye” hobi larinya, semoga saja tak ada acara di LP yang mengharuskan dia memberi sambutan. Bila para napi itu diharuskan lari juga, kan bisa kabur! -gunarso ts

ADVERTISEMENT

Reporter: Admin Super
Editor: Admin Super
Sumber: -

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT