Pelaku Pembacokan Hingga Korban Meninggal Ditangkap di Rumah Cewek

Jumat, 6 April 2018 20:26 WIB

Share
Pelaku Pembacokan Hingga Korban Meninggal Ditangkap di Rumah Cewek
BOGOR (Pos Kota) - Empat dari enam pelaku pembacokan rombongan pemuda tawasulan dibekuk Satreskrim Polres Bogor. Para pelaku yang merupakan kelompok SKBYM kabur usai melukai korban. Mereka akhirnya ditangkap di Depok di rumah kontrakan kekasih dari salah satu pelaku. Akibat penganiayaan dengan senjata tajam ini, dua korban menderita luka berat dan satu lagi korban meninggal dunia. Selain empat pelaku, petugas juga menyita 2 HP, 1 clurit besar lengkap dengan sarungnya, baju serta 1 unit motor Honda Vario nopol F 2428 UAI. Kapolres Bogor, AKBP Andi M Dicky Pastika mengatakan, para korban yang merupakan rombongan yang hendak mengikuti tawasulan menumpang truk. Saat melintas di Cijeruk, dari arah Ciawi untuk tujuan Sukabumi, truk yang ditumpangi korban dihadang. Tepat di depan pabrik Yongjin sekitar pukul 16.30 WIB, Jumat (30/3/2018), para pelaku berjumlah enam orang, langsung menyerang korban dengan senjata tajam. Tiga pemuda masing-masing MA 15, warga Cidahu Desa Pasir Doton terkena bacok di tangan kanan. Lalu korban IH 17, warga Papisangan yang menderita luka di tangan kiri. Dan UR 17, warga Cipanas yang mengalami luka bacok dibagian punggung dan akhirnya meninggal dunia setelah sempat mendapat perawatan medis. "Setelah kejadian kami buru pelaku. Mereka kabur ke Depok dan bersembunyi di rumah seorang cewek yang merupakan kekasih pelaku," kata AKBP Dicky kepada wartawan Jumat (6/4/2018). Pelaku HF yang lebih dulu ditangkap lalu diinterogasi. Akhirnya petugas kembali menangkap pelaku lainnya. Kini dua lagi masih buron. "Tersangka HF merupakan pelaku utama. Dia yang membacok korban dengan clurit. Lalu pelaku DD 19, yang memboceng pelaku utama. RP 20, yang mendokumentasikan gambar vidio. Lalu pelaku AS 20, berboncengan dengan pelaku Doni. Sedsngkan pelaku IW dan HK masih buron,"kata AKBP Dicky. Dalam pemeriksaan, pelaku ternyata salah sasaran. Pelaku menduga, para korban yang berpakaian agamis ini, merupakan musuh mereka. "Pelaku utama ini sudah tidak sekolah-sekolah lagi. Jadi dia sudah tidak aktif sekolah tapi masih tercatat sebagai pelajar,"ujarnya. Terungkap juga di pemeriksaan, istilah SBYM adalah merupakan singkatan dari Sky, baster, yatek dan myboot. Markas kelompok ini berada di Kota Bogor. Aksi para tersangka juga diakui Kapolres, sudah direncanakan. Para tersangka diancam dengan Pasal  351 tentang penganiayaan yang mengakibatkan hilangnya nyawa orang lain. (yopi/win)
Reporter: Admin Super
Editor: Admin Super
Sumber: -
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar