INDRAMAYU - Bencana alam semburan gas di Desa Sukaperna dan Pagedangan Kecamatan Tukdana, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, semakin lama bukannya semakin surut atau berkurang malah semakin bertambah parah. Semburan gas baru makin bertambah banyak. Kini sudah melebihi 200 titik. Bahkan, kemarin, warga di RT.12 Desa Sukaperna dibuat kaget dan tidak nyenyak tidur. Itu gara-gara muncul suara ledakan yang cukup keras dibarengi dengan keluarnya semburan gas bertekanan tinggi pukul 01:00 WIB saat masyarakat terlelap tidur. Warga sekitar tiba-tiba terbangun karena kaget mendengar suara ledakan dan tak lama muncul semburan gas bertekanan tinggi menjulang ke udara, kalau siang hari setinggi 15 Meter tetapi malam hari tingginya bisa mencapai 20 Meter. “Apabila siang hari tinggi semburan gas itu mencapai 15 Meter. Namun pada malam hari tekanannya makin tinggi hingga menjulang ke udara melebihi 20 Meter,” ujar Karyawati Badan Peranggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Indramayu, Hari Nuryani. Menurut Hari Nuryani, semburan gas bertekanan tinggi itu posisinya berdekatan dengan rumah warga. Gas itu menyembur ke atas menjulang tinggi disertai suara berdesis dan letupan mirip ledakan senjata pistol dengan frekwensi yang cukup rapat. Setiap 5 detik hingga 10 detik terjadi letupan. Suara letupan dan desis gas itu membuat bising di telinga warga. Karena itu warga sekitar dilanda rasa cemas dan takut. Terlebih, BPDB belum dapat merekomendasikan kepada pemilik rumah untuk berpindah ke lokasi lain yang lebih aman. “Kalau untuk merelokasi warga yang ada dalam titik bahaya semburan gas itu sebenarnya bukan kewenangan BPBD. Tetapi kewenangan instansi lain,” ujarnya. Mengingat kegiatan evakuasi warga terdampak semburan gas itu menjadi kewenangan instansi lain, dalam hal ini Pertamina EP, maka sampai dengan saat ini, katanya para penghuni rumah yang dekat dengan semburan gas bertekanan tinggi itu belum aman tinggal di rumahnya. “Meskipun demikian sebagai Karyawati BPDB Indramayu memiliki tanggungjawab moril, menyelamatkan masyarakat dari jangkauan bahaya semburan gas. Khususnya semburan gas bertekanan tinggi yang mencapai ketinggian 20 Meter,” ujarnya. Kata Hari Nuryani, lubang semburan gas itu mengeluarkan material dari perut bumi berbeda-beda. Ada lubang yang dominan mengeluarkan air dan lumpur pasir bercampur gas. Ada juga lubang yang bertekanan tinggi, mengeluarkan gas, pasir dan sedikit air. “Lubang bertekanan tinggi inilah yang membahayakan kesehatan maupun keselamatan masyarakat,” katanya. Dikatakan, selama beberapa hari petugas BPBD ini diterjunkan di Posko Penanggulangan Bencana Semburan gas di Desa Sukaperna. Tugasnya memantau masyarakat terdampak semburan gas. “Kami selalu memberikan penjelasan bahwa masyarakat harus waspada karena semburan gas itu berbahaya bagi kesehatan dan keselamatan juga mengganggu kenyamanan. Banyak warga yang mengeluh perutnya mual-mual dan kepalanya pusing menghirup udara yang tercampur gas,” ujarnya. Petugas BPBD Kabupaten Indramayu bersama petugas dari instansi lain pun setiap hari terpaksa harus menggunakan masker pengaman. Karena menghirup udara bercampur gas itu lama-lama membikin pusing dan mual. “Terlebih kalau malam hari, bau gas di Posko Penanggulangan Bencana Semburan Gas itu sangat menyengat. Kami tak sulit tidur di posko, kalau wajah tidak ditutup masker,” ujar karyawan BPBD Kabupaten Indramayu. Bupati Indramayu Hj.Anna Sophanah sudah meminta Pertamina agar secepatnya menangani semburan gas yang jumlahnya makin bertambah banyak dan kini sudah mencapai lebih dari 200 titik semburan di Desa Sukaperna dan Desa Pagedangan, Kecamatan Tukdana itu. Namun nyatanya hingga Jum’at (26/1/18) belum ada penanganan serius. Yang terjadi malah semburan gas bertekanan tinggi makin bermunculan dimana-mana. Semakin menambah rasa takut dan panik masyarakat. (taryani/b)
Semburan Gas Liar di Indramayu Kian Meluas
Jumat 26 Jan 2018, 17:54 WIB

Editor
[email protected] Follow Poskota
Cek berita dan informasi menarik lainnya di Google News sekaligus ikuti WhatsApp Channel POSKOTA untuk update artikel pilihan dan breaking news setiap hari.
Berita Terkait
Bekasi
Semburan Gas di Tarumajaya yang Mengeluarkan Api Mendadak Menghebohkan Warga
Selasa 23 Mar 2021, 19:52 WIB
Kriminal
5 Orang Warga Bogor Barat Alami Luka-luka, Akibat Semburan Gas
Selasa 08 Nov 2022, 23:13 WIB
Bogor
Dinas ESDM Jabar Periksa Sampel Semburan Air Bercampur Gas di Sukaraja Bogor
Kamis 12 Okt 2023, 16:16 WIB
News Update
Iis Dahlia Buka Suara soal Konflik Denada dan Ressa Rizky Rossano
Senin 02 Feb 2026, 21:08 WIB
JAKARTA RAYA
Peringatan Tidak Diindahkan, Pedagang Bensin Eceran di Taman Hadiah Jakbar Ditertibkan
02 Feb 2026, 21:05 WIB
JAKARTA RAYA
BPBD Tangsel Bantu Pencarian Pelajar Bogor Hanyut di Sungai Cisadane
02 Feb 2026, 20:51 WIB
EKONOMI
Perbandingan Bunga Kredivo dan Shopee Paylater, Mana yang Lebih Ringan?
02 Feb 2026, 20:23 WIB
JAKARTA RAYA
Polisi Ungkap Peredaran 231.345 Butir Obat Keras Daftar G dan Psikotropika di Jakbar
02 Feb 2026, 20:18 WIB
Daerah
DPUPR Kabupaten Serang Hentikan Penerbitan Izin PKKPR di Jawilan dan Kopo
02 Feb 2026, 19:50 WIB
KHAZANAH
Fadhilah Malam Nisfu Sya'ban, Malam Paling Mulia Setelah Lailatul Qadar
02 Feb 2026, 19:31 WIB
JAKARTA RAYA
Kabar Duka, Anak Wakil Bupati Bogor Meninggal Dunia karena Kecelakaan
02 Feb 2026, 19:20 WIB
EKONOMI
Tabel KUR BRI 2026 Pinjaman Rp10-Rp100 Juta, Cek Angsuran dan Syarat Terbarunya
02 Feb 2026, 19:18 WIB
EKONOMI
Hanya 5 Menit! Ini Cara Praktis Mencairkan Traveloka PayLater ke DANA Secara Aman Terbaru 2026
02 Feb 2026, 19:06 WIB
OTOMOTIF
QJMotor Tambah Amunisi di IIMS 2026, Dua Motor 250 cc Siap Diperkenalkan
02 Feb 2026, 19:02 WIB
JAKARTA RAYA
Syuting Film Lisa BLACKPINK Dorong Lonjakan Pengunjung di Kota Tua
02 Feb 2026, 18:55 WIB
Daerah
Pencarian Korban Longsor Cisarua Masih Berlanjut, 80 Kantong Jenazah Dievakuasi
02 Feb 2026, 18:39 WIB
KHAZANAH
Malam Nisfu Syaban 2026 Hari Ini, Ketahui Waktu Terbaik Sholat dan Niatnya
02 Feb 2026, 18:37 WIB