ADVERTISEMENT

Pemilu, Moeldoko Ancam Gorok Leher

Rabu, 24 Januari 2018 21:23 WIB

Share
Pemilu, Moeldoko Ancam Gorok Leher

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

JAKARTA –Mantan Panglima TNI Jenderal (Pur) Moeldoko mengaku pernah mengancam akan menggorok leher prajuritnya jika tidak netral dalam Pemilu 2014. Dirinya selalu mengingatkan prajuritnya untuk memegang kuat garis komando. "Waktu itu saya katakan, TNI tidak bisa dipengaruhi dan tidak mau dipengaruhi oleh siapa pun," kata Moeldoko yang kini menjabat Kepala Staf Kepresidenan di Jakarta, Rabu (24/1). Sebagai Panglima TNI, saat itu ia merasakan bagaimana masyarakat sangat curiga. Hal itu wajar karena satu kontestan dalam Pilpres saat itu, Prabowo Subianto, merupakan mantan anggota TNI. “Saat saya jadi Panglima TNI suasana pesta demokrasi 2014 kurang baik sehingga netralitas TNI dipertanyakan masyarakat. Ada kecenderungan masyarakat curiga kepada saya,” ujarnya. Meski tidak mudah, lanjut Moeldoko, ia merasa berhasil dan mampu menunjukkan kepada masyarakat bahwa TNI betul-betul netral dan tidak berpolitik praktis. "Saya pesan bahkan saya ancam, jangan macam-macam dengan politik, kalau macam-macam coba ke luar dari perintah saya leher kamu akan saya gorok'. Sehingga prajurit saya (waktu itu) sungguh-sungguh," kisahnya. Netralitas TNI, lanjut Moeldoko harus dijaga dan itu dilakukannya secara konsisten. "Itu sikap politik saya waktu itu sangat jelas, tegas alhamdulillah. Dan pernyataan itu semuanya pada posisi yang teruji dan tidak bisa main-main," tegasnya.(us)

ADVERTISEMENT

Reporter: Admin Super
Editor: Admin Super
Sumber: -

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT