ADVERTISEMENT

Pria Bersenjata Terobsesi untuk Melindungi Taylor Swift

Selasa, 16 Januari 2018 09:44 WIB

Share
Pria Bersenjata Terobsesi untuk Melindungi Taylor Swift

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

AMERIKA SERIKAT – Menjadi seorang superstar bukannya tanpa resiko. Apalagi, jika sang idola memiliki penggemar fanatik, yang terkadang justru memberikan ancaman bahaya. Seperti Taylor Swift, yang tiba-tiba diakui sebagai pacar seorang pria berusia 58 tahun, dan merasa wajib melindungi Swift menggunakan senjata api. Dilansir Ace Showbiz, polisi memberi peringatan kepada pelantun ‘Blank Space’ bahwa ada seorang pria yang membual tentang membutuhkan senjata untuk melindunginya. Sumber penegakan hukum di New Hampshire mengatakan, pria tersebut terus meracau tentang bagimana ia dan Taylor berkomunikasi lewat telepon genggam. Polisi menjadi curiga ketika dia mulai bertanya berapa banyak negara yang bisa dia lewati dengan membawa senjata secara diam-diam. Dia juga mengatakan bahwa dia membutuhkan sebuah senjata untuk melindungi Taylor di Afrika. Namun, polisi tidak menahan pria tersebut. Mereka mengatakan sudah mencoba menghubungi tim Taylor Swift untuk memperingatkannya tentang penggemar yang terobsesi tersebut. Hingga kini, belum ada tanggapan dari taylor Swift mengenai hal ini. Berurusan dengan penggemar yang terobsesi bukanlah sesuatu yang baru bagi Taylor. Pada bulan Juli tahun lalu, seorang asing datang ke rumahnya di Rhode Island dan mencoba menikahi dia. Seorang pria lain, Mohammed Jaffar, dikirim ke sebuah fasilitas psikiatri negara bagian pada September lalu, setelah memasuki apartemen Taylor di New York pada Februari. (embun)  

ADVERTISEMENT

Reporter: Admin Super
Editor: Admin Super
Sumber: -

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT